Heroes of Elmoreden : Interlude I

Varinia sang dark elf melepaskan armornya perlahan.  Sesaat Varinia ragu, Ia merasa seseorang sedang mengamati dirinya.Ia berhenti sejenak dan mandang berkeliling, dinding pemandian itu terbuat dari batu. Tinggi dan tebal, Tidak mungkin orang biasa mengintip ataupun melewati tembok itu. Walaupun begitu, Varinia memilih mempercayai nalurinya, ia mengambil tongkatnya yang disandarkan ke dinding, memejamkan mata sejenak menajamkan pedengarannya.

Dhuarr, Aughhhh !!!!
Sebuah ledakan kecil muncul diiringi suara mengaduh.

Arion terduduk di tanah memegangi sayapnya yang sedikit terbakar.

“Halo Arion, Belum kapok ngintip?” Varinia mengacungkan tongkatnya menodong Arion tepat di depan hidungnya.
Arion nyengir lebar dengan ekspresi bandel.
“Jangan ulangi lagi, atau kau akan kupanggang” Varinia menggoyangkan tongkatnya mengancam.

Arion hanya membalas dengan cengiran, lalu lenyap entah kemana.
“DDiaa bisa menghilang??” Valmariel yang masih terbalut handuk kaget.
“iya, sayangnya dia menggunakannya untuk mengintip pemandian” Varinia menurunkan tongkatnya dan kembali menyandarkannya di dinding.
“itulah alasan kenapa si bodoh itu berakhir di tahanan rune”
Varinia mencelupkan kakinya di pinggiran kolam air panas. Sensasi hangat yang menyenangkan menjalar naik dari kaki ke seluruh tubuhnya. Valmariel duduk disisinya sudah berendam setengah badan. Uap air panas membumbung keluar dari pemandian itu. Beberapa wanita juga sedang berendam bersama mereka.  Dua orang human dan seorang dwarf berkuncir pink.

“Varinia, bagaimana kau bisa ditahan di rune?” Valmariel bertanya penasaran.
“Aku sedang mencari artefak  sihir kuno” Varinia menerawang seakan mengingat peristiwa yang telah sangat lama berlalu
Valmariel memandang Varinia penuh perhatian.
“Malam itu aku berhasil menyelinap dan menemukan kalung itu di ruang rias Lady Rune.”
“ternyata kamael bodoh itu juga sedang disana, mengintip kamar mandi lady Rune”
“Dia melihatku mengambil kalung Lady, dan mencoba merampasnya, kami bertengkar sesaat dan Lady Rune memergoki kami berada di ruang riasnya”
“Rune castle dilindungi magic barrier, aku kesulitan menggunakan sihir dan si bodoh itu terkena gas bius dari alchemist castle. ”
“Itu kalung yang sekarang kau pakai?” Tanya Valmariel
“Bukan ini kalung warisanku, kalung Lady Rune tertinggal di castle.” balas Varinia
” Lain kali aku kesana lagi ,Tentu saja tanpa si bodoh itu” Varinia menggeram jengkel

————————————————————————————————-

Rayner meneguk kopinya lalu meletakkan cangkirnya kembali di meja. Ia merenungi posisinya sekarang. Di hadapannya ada Ogrimar yang sedang melumuri sebongkah besar roti panggang dengan sesendok madu. Ogrimar makan dengan cukup santun, setidaknya untuk ukuran Orc.

“Uangku sudah mau habis,” Valmariel berkata tanpa basa basi.
“kau bisa pinjam uangku” Varinia menyambar sebongkah daging asap dan memindahkan benda itu ke piringnya.
“bukan begitu, maksudku kita harus melakukan sesuatu” Valmariel mengerutkan keningnya
“Jadi? Harus ngapain” Arion menyedok telur rebus ke mulutnya.
“Aku harus kembali ke pa’agrio temple” Ogrimar meletakkan rotinya yang tinggal separuh ke piring.
“Kau pikir Rune akan melepaskan kita begitu saja?” Rayner melemparkan pertanyaan
“kupikir aku mau pulang ke Aden” Valmariel mengabaikan pertanyaan Rayner
Arion hanya mengeluarkan dengusan.
“Gludin Harbor satu setengah hari perjalanan dari sini, disana penuh dengan para pendatang. akan sulit melacak kehadiran kita disana.” Rayner berkata datar.
“Di sana kita bisa berpisah ke tujuan masing masing” Ogrimar menyambut ide Rayner
Sesaat kemudian mereka melanjutkan sarapan dalam diam. Sibuk dengan pikiran masing masing.

—————————————————————————————————————————-

“Selamat pagi Kakak”
Patrick mendongak dan melihat Elthea masuk ke ruang kerjanya. Di tangannya ada seikat bunga putih .

“mawar putih” Patrick membatin lalu terdiam sejenak

sekilas sebuah rasa perih menyelinap di hatinya.

“Selamat pagi Elthea, kuharap kau sehat hari ini”
“aku baik baik saja kakak, Ini bunga mawar dari kebun kita”

Elthea meraih vas bunga di sudut meja dan menjejalkan seluruh bunga itu kedalam Vas. Ia menarik beberapa tangkai agar terlihat menonjol . Patrick memandangi kegiatan Elthea dengan perasaan déjà vu yang pedih.
Elthea sangat mirip dengan ibu mereka, juga sangat suka mawar putih. Rambutnya pirang dan halus, matanya coklat besar. Sayang Elthea bertubuh lemah dan sakit-sakitan

“Nah cantik” Elthea tersenyum puas memandang hasil karyanya.
“Permisi Lord Gregia” Klarth, sang pemimpin laboratorium aden yang berambut botak memberi salam
“Kami sudah berhasil membuat alat itu tuan” Klarth memandang Lord Gregia dengan tampang gembira

Elthea memandang Klarth dengan ekspresi kecewa. Klarth sama sekali tidak memperdulikan tatapan sang Lady. Bahkan tak menganggap sang lady hadir di ruangan itu.
“Kakak janji akan menemaniku ke kota kan?” Elthea bertanya dengan nada merajuk
“Maaf Elthea, ada hal penting hari ini, nanti kita makan malam bersama ya”
Elthea berdecak jengkel dan berlari keluar ruangan
“Tunjukkan alat itu padaku” Lord Gregia berjalan keluar ruangan. Klarth mengikuti sang Lord dengan langkah lebar.

———————————————————————————————-
Rune township terlihat sepi, beberapa hari setelah insiden itu para pertualang yang berkunjung ke wilayah sekitar Rune berkurang jauh.  Rumor kemunculan Ogrimar membuat mereka ketakutan.
Hans membuka pintu menuju kantor nya di pinggiran Rune, ia duduk di meja kerjanya dan bersyukur pada Einhasad karena karirnya masih belum tamat.
Hans sedang membereskan perkamen berisi data data perlengkapan militer rune saat pintu kantornya terbuka lebar.
Seorang Ghost Hunter bertopeng membungkuk hormat.
“kami sudah melacak jejak Ogrimar Tuan” ” rombongan ogrimar sedang menuju Gludin harbor”
“Bagus, akan segera kulaporkan pada Lord Gregia”
Sang ghost hunter kembali member hormat dan menghilang dibalik pintu.
Hans meraih pena di mejanya dan segera menulis surat pada Lord Gregia.

—————————————————————————————————-
TUUUUUUUUUUUUTT

Suara peluit kapal dan lonceng pelabuhan menyambut rombongan Rayner di Gludin harbor. Pelabuhan itu cukup besar , walau tak sebesar Giran Harbor. Kapal kapal dari sisi lain Elmore merapat dan membawa para pedagang. Kaum migran dan para pedagang yang berpakaian warna – warni berlalu lalang di sepanjang jalan Gludin Harbor.

“Ingat, jangan lepaskan jubah kalian, mungkin saja ada yang mengenali kita disini” Rayner mengingatkan rombongannya.
Valmariel memasang jubah dan tudung di kepalanya, lalu mulai berjalan menyusuri trotoar Gludin Harbor.

Mereka berpencar, membeli kebutuhan masing masing ataupun berjalan jalan saja menikmati pemandangan.
Paagrio temple paling dekat dengan Rune, Varinia ingin kembali ke Rune, Rayner penasaran dengan  misteri di Rune, Arion tidak punya tujuan, sementara Valmariel ingin ke Aden. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Rune.
Jadwal pemberangkatan kapal yang ditempel di kantor kepala Gludin Harbor mengatakan kalau kapal menuju Rune baru ada 2 hari lagi.
Valmariel harus naik kapal ke Giran sendirian kalau mau kembali ke Aden, Valmariel tidak suka ide tersebut jadi dia ikut ke Rune.
Varinia tidak berhasil menemukan penginapan yang kosong di Gludin harbor. Jadi mereka menyewa sebuah kapal nganggur.

Keesokan harinya Valmariel berjalan jalan di pelabuhan. Para nelayan beristirahat di pinggiran dok, menghitung hasil tangkapan mereka. Beberapa pedagang kain menawarkan barang dagangan mereka di pinggiran pelabuhan. Burung burung camar melayang di kejauhan.
Rayner berjalan pelan di kompleks perdagangan di salah satu sudut Gludin Harbor. Gludin harbor tidak dijaga ketat seperti Giran harbor. Rayner malas memikirkan kenapa penjagaan Gludin begitu longgar. Dia memilih menikmati hari ini. Di kejauhan Rayner melihat kerumunan orang membaca sesuatu di tembok.
setelah berjuang menyibakkan kerumunan orang yang menyemut di depan papan pengumuman, akhirnya rayner bisa membaca isi papan itu

“OH SIAL……..”  Bisik Rayner dalam hati
Papan itu berisi gambar seluruh rombongan nya beserta hadiah 100 juta adena.
Rayner bergegas menjauh dari kerumunan,
Belum jauh dia berjalan, sebuah whisper datang

“LARIII, KITA KETAHUAN”

Varinia melempar jubahnya ke udara dan bersiap menyambut para prajurit beberapa meter di hadapannya.

DARK VORTEX !!

Sebuah pusaran hitam muncul memporak porandakan barisan prajurit.
Varinia memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri.
Arion berdiri di atap sebuah bangunan dan mengamati kekacauan yang terjadi di tengah pelabuhan

Rayner menarik pedang nya dan menerjang masuk prajurit yang menghalangi jalan. Menangkis dua tusukan tombak di saat bersamaan lalu melompat ke samping, menghindari sebuah tusukan lalu menyabetkan pedangnya kearah prajurit terdekat.
Serangannya berhasil memporak porandakan barisan depan , tapi para prajurit itu segera menyusun barisan baru mengepung Rayner.
Sebuah jaring berat menghantam telak kepala Rayner, membuatnya pusing sementara. Rayner berusaha menyabetkan kedua pedangnya. Tapi Jaring itu terlalu kuat. Rayner terus melawan.

“Sebaiknya simpan tenagamu, Rayner” sebuah suara mendekat. Rayner memandang sosok dark elf yang kini berada di hadapannya.
TCHACK !!
Lalu semuanya gelap.

Popularity: 3%

Share This Post: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Blogosphere News
  • email
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Propeller
  • Slashdot
  • Sphinn
  • Spurl
  • Technorati
  • TwitThis

Related posts:

  1. Heroes of Elmoreden : The Gathering
  2. Heroes of Elmoreden : House of Gregia
  3. Heroes of Elmoreden : Cursed Swords
  4. Heroes of Elmoreden : First Mission
  5. Heroes of Elmoreden : I.2

Filed Under: Stories

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply