Lunar Idol : Chapter 14

Bunyi cipratan air terdengar keras di salah satu sudut danau padang spire.
sore itu cerah, matahari bersinar lembut menghangatkan udara sore. Valmariel sedang duduk di bebatuan dibawah bayangan pohon willow, melemparkan kerikil – kerikil di dekat kakinya ke tengah danau.
“@#$#^%$&^&$!!!” Valmariel menggerutu panjang lebar dalam hati. Valmariel jadi harus bunga kartu kredit Bank of Cora gara – gara Slavin ga bayar gajinya bulan kemaren.
Valmariel udah curhat selama dua jam sama MbahDarm0, tapi hatinya masih kesal. Mbah pun ngga bisa banyak membantu, soalnya mbah sendiri aja tiap hari dipalak sama “Preman itu”.
Akhirnya Valmariel pergi ke sudut danau yang sepi untuk menumpahkan omelannya.

“Permisi…” sebuah suara cewe menghentikan Valmariel yang lagi ngedumel sendiri.

“ya? apa apa?” Valmariel menjawab dengan nada garang.

Grazier cewe yang menyapanya tadi jadi ketakutan “aa.., sssaya mmau tanya sedikit ..” kata Grazier cewe itu gugup. dari armornya keliatannya dia level 40 an. Inanna yang melayang disisinya juga menatap Valmariel dengan ekspresi takut.

“tanya apa?” Valmariel masih menjawab dengan garang.

“sssaya bbboleh kenalan sama Slavin ga?” Grazier itu kembali berkata dengan nada gugup

“HAAHHH?? KENALAN SAMA SLAVINNN????” Valmariel tanpa sadar berteriak
Si grazier terlompat mundur, berpelukan dengan inanna nya sambil gemetaran.

“Siap – siap lari yuq” Inanna itu berbisik di telinga si grazier “ini sekretaris Slavin kayaknya cukup berbahaya…”

“ssaaaayyyaaa ccummma kkkenalan aaajaa..” si grazier berusaha menjelaskan dengan nada panik sambil memandang darkstaff yang bersinar di tangan Valmariel.

“…..” Valmariel bengong “astaga ada juga yang mau kenalan sama tu preman” pikir Valmariel.
Tiba – tiba sebuah ide cemerlang melintas di pikirannya. tanpa sadar Valmariel tersenyum senang.

“boss, ini cora keliatan agak sinting deh, tadi dia marah – marah, trus bengong, sekarang senyum senyum sendiri.., ati ati boss” si inanna kembali memperingatkan grazier cewe itu.

“tapi ini kesempatan gw bisa kenalan sama slavin, udah lama gw suka Slavin..” bisik si grazier pada inanna nya.
“Tapi ini sekretarisnya gila boss..” Inanna itu cemas.
“kalo nanti kita di meteor trus dilempar ke danau gimana nih..” bisik si inanna lagi. Si Grazier yang udah semangat pengen kenalan sama Slavin, tidak memperdulikan ocehan Inanna nya.

“ggimana cc? boleh kan?” Grazier itu bertanya takut takut.
“ohh, boleh – bolehh” tiba tiba Valmariel berubah ramah secara drastis
Si inanna masih memandang Valmariel dengan tatapan curiga.
“Nama kamu siapa?, nanti saya catat dulu yaa” Valmariel pun mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku armornya.
“Saya Konoha cc,” Grazier itu membungkuk memberi salam.
“Hmm , Slavin lagi penuh jadwalnya hari ini” Kata Valmariel sambil menganalisa penampilan cewe grazier di hadapannya. Mempertimbangkan dia tajir atau tidak.
“Coba liat besok ya, nanti saya hubungi lagi” Kata valmariel dengan nada manis yang sangat mencurigakan.
“iya cc, makasih ya, saya pergi dulu” Konoha berbalik dan menjauh dari Valmariel.
Valmariel merasa begitu senang dengan ide barunya, sehingga melupakan kekesalannya. Lalu ia menggunakan scroll markas. walaupun dari sana ke markas dekat.

Sinar matahari menyilaukan mata Oujo, memaksanya bangkit dari ranjangnya yang empuk. Oujo meregangkan tubuhnya, otot – otot nya terasa nyeri, lelah seharian mengurus kulit Dagnu yang dibawa Slavin. Tiba tiba Oujo tersadar
“Astaga,.. hari ini mau diambil tasnya!!!” lalu segera bersiap pergi ke ruko tempat usahanya.

—————————————————————–

Pukul sembilan pagi, kesibukan di markas cora sudah berkurang. sebagian besar sudah pergi hunt atau quest. pertandingan GVG pun tidak terlihat ramai seperti biasanya.
Slavin keluar dari pintu dengan ukiran lambang Archon berwarna keemasan. dan menuju ke bangunan di seberangnya.

“Ini bos, sesuai pesanan” Oujo menyerahkan sebuah tas yang mengilat memantulkan cahaya warna warni.
Slavin menerima tas itu dan mulai memeriksanya. Karya Oujo sangat rapi dan dikerjakan dengan ketelitian yang bisa dibilang sempurna.
“Bagus” Slavin memasukkan tas itu kembali ke dalam pembungkusnya.
Oujo menarik napas lega melihat senyum Slavin. Screw hanya memandangi Slavin dari sudut ruangan sambil berdoa pada decem.
Lima menit kemudian Slavin keluar dari gedung itu dengan tampang ceria.

————————————————————————

ChaoChao duduk di kantornya memandang lemari pajangan, yang berisi senjata – senjata langka kebanggaannya. Lemari itu sekarang telah kehilangan setengah dari koleksinya semula. ChaoChao memandang lemari kesayangannya itu dengan perasaan campur aduk. Sesekali bayangan Namine melintas di benaknya.
Komputer di meja ChaoChao berbunyi lembut. layarnya menampilkan lambang Cora.

Permintaan conference dari Slavin

ChaoChao menjawab conference tersebut
“gimana?” ChaoChao bertanya
“Nih , udah jadi” Slavin menunjuk sebuah bungkusan di hadapannya.
“OK, kirim aja lewat warp barang, komisi nyusul yah” ChaoChao tak sabar melihat pesanannya
“tunggu dulu” Slavin mencegah ChaoChao memutuskan conferencenya
“ada apa?” ChaoChao bingung
“Buka toko tas kulit PB yuk” Slavin berkata dengan mata berkilat
“….” ChaoChao kaget
“mau nggak?? nanti hasilnya bagi 2″ kata Slavin lagi
“Chao yang cari bahannya, gw yang cari orang buat bikin” Kata Slavin

ChaoChao menyandarkan tubuhnya, dan mulai menghitung biaya produksi
“biaya striker+peluru paling mahal cuma 50k gold, sehari bisa 3 – 4 kali bunuh PB.”
“Sehari dapet 3 aja, udah lumayan dah untung 500k an gold, dari bahan mentah aja”
“itung itung gratis barang buat si Namine..”

“Lama amat sih mikirnya!!” Slavin protes
“ok deh gw mau” kata ChaoChao, berusaha tak terlalu terlihat antusias
“tapi gw minta bagian 60%, kan gw yang taruhan nyawa bunuh itu PB” ChaoChao memberi alasan

“….” Giliran Slavin yang mikir
“ok deh, tapi Tokonya atas nama gw!!” kata Slavin lagi
“Terserah de” ChaoChao udah males debat
Percuma debat ma cora, makin lama debat makin banyak duit yang keluar, pikir ChaoChao sambil teringat pada Namine.

“ya uda, mana barangnya?” tanya ChaoChao ga sabar
“Bentar” Slavin mengambil bungkusan di mejanya dan mengirimkannya lewat warp barang
Sebuah bungkusan muncul di teleport pod di ruangan ChaoChao

Sesaat kemudian conference itu putus.

————————————————————————–

Telepon konoha berdering keras, dari Valmariel
Sini ke cafe Grazie yah, gw tunggu. lalu telepon itu putus

Konoha berganti pakaian, dan menuju cafe Grazie dengan hati senang, berharap mendapat kabar gembira.
Sepuluh menit kemudian, Konoha duduk di sisi Valmariel menunggu valmariel menghabiskan es krim coklatnya.
Valmariel mengambil buku yang berisi jadwal Slavin dari tasnya, sambil mengunyah topping coklat ferrero yang ditaburkan diatas sundaenya.

masih mau ketemu slavin kan? tanya Valmariel dengan nada misterius
“Iyaaa, cc” konoha menjawab penuh harap
“jadwal Slavin penuh terus loh…, tapii bisa sih kalo gw masukin ke jadwal audience..” Valmariel menatap konoha penuh arti
Konoha yang memahami tatapan “itu” segera membuka tasnya dan mengulurkan sebuah kantong ke tangan Valmariel.
Valmariel tersenyum dan menerima kantong tersebut.
“besok pagi ya jam 10, di kantor Slavin” Valmariel tersenyum lebar
“ia.., makasih cc” Konoha mendesah panjang
“hmm, mau tau telepon privatenya Slavin ga?” Valmariel berkata, menatap konoha dengan mata berkilat.
“ehmm, berapa cc?” tanya konoha dengan perasaan kecut
Valmariel menuliskan sebuah angka dua digit di kertas tisu di hadapannya

Konoha terperanjat “Demi Decem yang Agung…” keluh konoha dalam hati

konoha kembali merogoh tasnya mengeluarkan beberapa kantong lagi.
kemudian selembar kartu bertulisan nomor telepon Slavin berada di tangannya.
kemudian dia permisi pergi, ngeri membayangkan penawaran – penawaran Valmariel yang lain.

Valmariel tersenyum puas, “bunga kartu kredit udah bukan masalah..”
“awas kau Slavin!!!” Valmariel tertawa puas dalam hati. Tahap pertama ide nya sudah berjalan mulus.

Popularity: 5%

Share This Post: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Blogosphere News
  • email
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Propeller
  • Slashdot
  • Sphinn
  • Spurl
  • Technorati
  • TwitThis

Related posts:

  1. Lunar Idol : Chapter 1
  2. Lunar Idol : Chapter 4
  3. lunar Idol : Chapter 13
  4. Lunar Idol : Chapter 11
  5. Lunar Idol : Chapter 10

Filed Under: Stories

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply