Lunar Idol : Chapter 4

Chapter 4

Dracozen mengendap – endap di gua batu, berusaha tidak menimbulkan suara.
Gua batu masih seseram dulu, penuh suara serangga – serangga raksasa yang
memantul di dinding gua.
Dracozen memeriksa radarnya terus menerus, memastikan Slavin ngga lagi JJS di gua batu. Akhirnya Dracozen sampai di ujung gua, tempat praktek
MbahDarm0.
Dracozen pun masuk, setelah memastikan cuma ada satu titik biru di dalam
“Mbah, punya ramuan buat bagusin suara nda?” tanya Dracozen tanpa basa-basi
“wah ada dong, udah mbah siapin” MbahDarm0 menjawab
MbahDarm0 mengambil botol ramuan dari rak di samping relung dan
memberikannya ke tangan Dracozen
“5000 gold” ujar mbah
“Haa?? mahal amat???” Dracozen tersentak kaget
“ramuan buat bells susah carinya” mbah menjawab cuek
Dracozen menyerahkan 5 kantong gold ke tangan mbah dengan berat hati
“Pulang dulu mbah” Dracozen pamit
Dracozen keluar dari relung, dan kembali menyusuri tepian gua, menuju portal cragmine.
Tiba-tiba radarnya menangkap dua titik biru mendekat
Dracozen merapatkan tubuhnya ke dinding gua yang gelap, dan menahan napas
“Sepi nih haram” sebuah suara berkata
“Katanya tadi ada kaleng rusuh hutan bayangan” suara lain menjawab
Dua sosok itu semakin mendekat, Dracozen akhirnya bisa melihat mereka
Slavin dan Kaal” Dracozen lemes
“Eh ada bau bells nih” Kaal berkata

Dracozen membuka potion stealth dengan tangan gemetar dan segera meminumnya dan lebih merapatkan tubuhnya ke tembok.
“Hmm iya, ada bau bells ” Slavin berkata
“Di radar ngga ada, ngumpet dia deh” Kaal berkata
“Pasien mbah deh kayanya” Slavin memandang sekeliling
“Yuk sini ke tempat mbah” ajak Slavin pada Kaal

Mereka melewati Dracozen yang udah ketakutan setengah mati

Slavin menyibak lumut yang menutupi relung, Mbah lagi berdiri di samping rak berisi ramuan.
“Terima pasien Bells lagi mbah?” tanya Slavin
“eee…. , ngga tuhh, lagi meditasi aja disini” kata Mbah yang kaget liat Slavin muncul tiba tiba.
” Tempat apa si ini?” Kaal bingung sambil memandang ornamen ornamen seram di dinding relung
“bukan apa apa, cuma biar ga diganggu kalo bikin ramuan” jawab mbah sambil menyembunyikan kantung gold dibalik jubahnya
Slavin meneliti botol botol berisi cairan warna warni yang dipajang di dinding relung

“Naaaaaaaaaaaahh, ini cebolnyaaaaaaaaaaa” Kaal mengayunkan tombak
Darah Dracozen membeku mendengar suara itu
“Tunggu” Slavin sudah berdiri di sebelah Kaal
“Kenal?” tanya Kaal sambil menurunkan black lancenya
“kamu lagi ya..” ujar Slavin pada Dracozen
“…………” Dracozen diem ga bisa ngomong apapun, cuma mematung di
tempat
“Thunder Lizard piaraan gw paling doyan makan cebol” Kaal menggoyangkan
tombaknya
“Dari mbah darmo?” tanya Slavin
Dracozen mengangguk pelan
“Ramuan buat jadi Idol?” tanya Slavin lagi
Dracozen mengangguk lagi
Slavin berdecak sambil menggelengkan kepalanya “Mbah tau aja lahan bisnis”
“Sini, masuk tempat mbah” Slavin menyuruh Dracozen masuk kembali ke relung
Dracozen mengikuti Slavin
Mbah kaget liat Slavin masuk bareng Dracozen. Kaal mengikuti dibelakang
mereka dengan tampang bingung.
“Mbah, bisnisnya dilegalin aja deh” Slavin berkata
“…….” Mbah bengong, Kaal juga
“Itu ramuan dijual resmi aja, Keuntungan 50% buat archon” Slavin
menambahkan dengan mata berkilat
“Anak ini biar jadi distributor di bellato” Kata Slavin menunjuk Dracozen
Dracozen melongo
Mbah langsung mengangguk setuju “daripada gw kena razia terus” batin mbah
“Jangan lupa setor tiap minggu!!” Slavin menatap Dracozen
“ato gw laporin soal ramuan “yang itu” ke Franco!!” Slavin tersenyum jahat
“ii..aaa” Dracozen menjawab penuh ketakutan, “Jangan laporin dong….”
Dracozen memandang Slavin dengan mata berkaca kaca.
Slavin berjalan ke rak di dinding relung, memeriksa label pada botol – botol yang ada. ” Bawain satu tas, biar dia sebarin di bellato” perintah Slavin
“Sana pulang” Slavin mengusir Dracozen setelah mbah memberikan satu tas
ramuan pada Dracozen.
Dracozen menarik napas lega dan berlari keluar gua batu
———————————————————————————-

telepon di ruangan OptimusPrime berdering,
“Halo?” Optimus menjawab
“Sini ke kantor gw, waktunya kita razia” ChaoChao berkata
Optimus segera menuju kantor ChaoChao di Lantai 2 Markas Accretia
“Masuk Opti” Suara ChaoChao terdengar dari dalam ruangan archon accretia
Pintu ruangan archon itu bergeser dengan suara lembut.
Tyrandeus lagi duduk di sofa di pinggir meja ChaoChao
“Besok, pagi – pagi kumpul di sini” Ujar ChaoChao setelah Optimus duduk
“Razia file audio Karaoke gw di memori tiap acc”
“Trus kalo yang melanggar, gimana?” Tyrandeus bertanya sambil menghirup
bensin aroma kurma.
“Langsung dipenjara aja ?” tanya Optimus sambil memandang tumpukan CD di meja ChaoChao
“Gimana mood gw besok aja dah” ChaoChao mengakhiri pembicaraan
————————————————————————————-

Optimus kembali ke ruangannya, di tengah jalan dia ketemu sama
BapakNyeGwen yang lagi mencari cari sesuatu di tumpukan kertas – kertas di
tempat sampah depan kost an.
“Ngapain ?” tanya Optimus heran
“bon pembelian CD kemaren, ilang” Jawab Gwen dengan nada sedih
“oh, kenapa bisa ilang?” tanya Optimus
“kan eike abis minum oli rasa Bir item kemaren, trus kayanya eike ngebuang
tumpukan bon di meja pas masi teler”
“gw bantu cari deh” Optimus yang kasian liat Gwen
setelah membongkar – bongkar tempat sampah selama sejam akhirnya Gwen
menyerah
“gimana nasib eike dong T_T” Gwen sedih
“besok ChaoChao mau razia kan?” tanya Gwen memandang Optimus dengan
pandangan memelas
Optimus mengangguk lemah
“gimana dong eike, nanti eike kena masuk penjara sama itu ChaoChao”
“Kenapa nasib eike jadi begindaaaaaaaaaaaaangggg….” Gwen mulai nangis
bombay
Optimus jadi risih ngeliat gwen yang goler goler meratap sambil mukulin lantai
“Eike nda mau dipenjaraaaa….”
“tolongin eike dongggg”
para acc yang lewat memandang mereka dengan pandangan aneh.
KiTo lewat, dan terkejut liat Gwen lagi goler-goler di lantai.
“Paan nih?” tanya KiTo sama Opti
“Bon pembelian CD nya ilang..” Kata Opti menjawab pertanyaan KiTo
“Beli baru aja deh” saran KiTo
“Eike lagi abis duit, kemaren bensin aja dapet kasbon sama Tyrandeus”
Sergah Gwen sedih
“itu CD karaoke mahal banget T__T”
“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” Gwen menangis keras keras
” cep.. cep.. gw sumbang dikit deh” Optimus meredakan tangis Gwen
Optimus memberikan 100k CP ke tangan Gwen
KiTo juga jadi kasian “Gw tambahin 100k lagi nih”
“Makasih ya nek, lo emang sobat eike yang paling baek”
“Mwachhhhhhhhh…”
Gwen mencium Opti dan KiTo bergantian
“Gyaaaaaaaaaaa, jijaaaayyyyy… ” KiTo langsung ngibrit sejauh jauhnya

—————————————————————————-

Esok harinya pun tiba
Tyrandeus dan Optimus berkumpul di ruang ChaoChao, kemudian mereka mulai merazia satu persatu acc di markas.
semua acc itu berbaris rapi.
ChaoChao tersenyum puas dengan hasil razia itu, semua acc telah membeli CD asli

Arbaal melewati pos razia ChaoChao sambil bersiul -siul
Sesuatu yang berkilat di balik armor Arbaal menarik perhatian ChaoChao
“Arbaal!!” Panggil ChaoChao
“siap boss” Arbaal mendekati ChaoChao
“Ada apa boss” Arbaal bertanya
“Kayaknya suara lu tambah bagus ya?” ChaoChao menyelidik
“ah, udah dari dulu dah boss” Arbaal tersipu
“Coba buka armor dong” ChaoChao memandang Arbaal
“Lho? kenapa bos” Tanya Arbaal, “Masa gw bugil di tengah kerumunan gini bos?”
“Lepasin tu armor” ChaoChao memerintahkan
“jangan dong boss, tega amat sih” Arbaal memohon dengan pandangan
memelas.
“Lepas ato kena punish!!!” bentak ChaoChao galak
Arbaal pun melepas armornya sambil takut – takut
Sebuah kalung khas cora melingkar di leher Arbaal
“Kalung cora itu?” tanya ChaoChao
“eee,… tadi nemu di jalan” Arbaal berusaha memberi alasan
“Liat kalungnya” kata ChaoChao,
Arbaal melepaskan kalung di lehernya dan memberikan kalung itu ke ChaoChao
“Kualitas suara 50%, Kharisma 50%” ChaoChao membaca keterangan kalung itu Arbaal tertunduk lemas, menyesali kecerobohannya
“Tangkap dia” perintah ChaoChao
Optimus dan Tyrandeus menyeret Arbaal ke tahanan

Popularity: 1%

Share This Post: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Blogosphere News
  • email
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Propeller
  • Slashdot
  • Sphinn
  • Spurl
  • Technorati
  • TwitThis

Related posts:

  1. Lunar Idol : Chapter 6
  2. Lunar Idol: Chapter 5
  3. Lunar Idol : Chapter 15
  4. Lunar Idol : Chapter 10
  5. Lunar Idol : Chapter 2.2

Filed Under: Stories

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply