Lunar Idol : Chapter 9

Chapter 9

Kaal menghempaskan tubuhnya ke sofa besar di ruang tengah rumahnya
“capeee…” ia menarik napas panjang
“DUK DUK DUK….” Sebuah ketukan, tepatnya gedoran heboh terdengar dari pintu depan
“Paan sih malem malem gini gedorin rumah gw?” batin Kaal sebel sambil membuka pintunya.
“Lime??” tanya Kaal heran “Ngapain gedor – gedor jam segini?”
“Gw butuh bantuan nih bos” Ujar Lime “Sini deh ikut” Lime menyeret Kaal keluar rumah
“Paan sih??” Kaal tambah sebel,dia cape abis rusuh seharian trus sekarang diseret – seret pula sama Lime.
Mereka sampai di sebuah tempat yang keliatannya adalah gudang di pinggir markas cora.
Lime membuka gembok yang menggantung pada rantai gerbang.
“Sini bos” kemudian Lime masuk ke dalam gudang, Kaal mengikutinya dari belakang
Lime menekan saklar lampu di dinding gudang, Cahaya lembut menerangi ruangan itu.
ditengah ruangan ada setumpukan barang. Kaal berjalan mendekati tumpukan barang – barang itu. Kaal berjongkok dan menyadari kalo barang dihadapannya itu adalah bagian bagian MAU.Tangan dan Kaki MAU yang telah dilepas dari Body utamanya. tak jauh dari tumpukan itu ada jok yang dilapisi bahan kulit yang terlihat mahal, serta panel yang dipenuhi kabel dan lampu warna warni. Dan ada juga seperangkat sound system serta TV yang amat tipis.
“Wow” Kaal takjub dengan pemandangan itu
“Tadinya itu punya Franco” Lime nyengir lebar
“Team gw butuh duit tunai cepet bos” Lime menambahkan
Kaal berdiri dan mengamati bagian bagian MAU tersebut dengan teliti.
“Bantu gw bos, jualin barang ini”
“gila aja dewan jualan beginian.” jawab Kaal
“Lumayan bos, itu banyak yang nyari buat Upgrade” balas Lime enteng
“Situ aja jual sendiri” Kaal memandang lengan MAU hijau di lantai.
“mana bisa bos, gw kan masih masa percobaan bos T_T” Lime menambahkan dengan nada memelas
“Masa tega liat gw dimakan lizard” Lime memohon “Gw kan udah nurutin perintah Slavin, nda ngambil barang cora lagi…”

“tolongin gw bos, adik gw butuh biaya berobat T_T” Lime menatap Kaal dengan mata berkaca kaca. siap nangis lagi kalo Kaal nolak bantuin
Kaal membalikkan badan menghindari tatapan Lime yang berkaca kaca, Ruangan itu pun sunyi beberapa saat.
Kaal memandang sound system dan TV supertipis yang teronggok tak berdaya di lantai gudang. “Kayaknya tu barang bagus kalo ditaro di rumah gw” batin Kaal
“Bisa punya home theatre gratis dah gw” Kaal berpikir senang
“Gw ambil tu sound sama TV sisanya nanti kalo barangnya da laku” Kaal memecahkan kesunyian
Kemudian Lime membawa sound system sama TV itu ke rumah Kaal
“Nih 20 juta dulu” Kaal menyerahkan sekantung disena pada Lime
“Makasih yah bos ^^” Lime lalu menghilang di kegelapan malam

—————————————————————————-

Di sebuah cafe kecil di pinggir istana Haram
“Oi lama amat si lu?” Screw menyambut Lime yang baru masuk
“Sabar dong, Kaal susah dibujukin” Jawab Lime sambil membuka mantelnya dan menyampirkannya di kursi.
“Dapet brapa?” Devilz666 bertanya sambil menghirup kopi susunya
“10 Juta” Lime menjawab lemes
“Hah? cuma 10 juta?” Oujo terperanjat
“Pelit amat itu Kaal, masa barang begitu cuma 10 juta?” Chocomaro jengkel
“ini uang muka dulu, sisanya nanti kalo udah laku” jelas Lime
“Iya tapi tetep aja masa DP nya cuma 10 juta?” Rhaflie menggebrak meja,protes.
“Ya gpp, ini 10 juta bagi buat kalian ber 5 aja” Lime pura pura ngalah
“wew? Lime nanti gimana?” Chocomaro langsung curiga, biasanya si Lime paling doyan duit.
“Gw nanti aja pas semua udah laku” Lime menjawab
“yahhh, cuma dua juta” gerutu devilz666 “gw jaga wartel aja bisa dapet 5 juta sehari ” devilz666 ngedumel sendiri “Sapa tau si Slavin mau SLJJAG lagi kan tadi”
“sabar pil, bentar lg juga barangnya laku, dapet duit banyak juga” Hibur Oujo
“Dasar pelit si Kaal” Omel Screw

Di kompleks perumahan dewan, Kaal terbangun dari tidurnya dan bersin berkali kali.

Setelah puas memaki maki Kaal, mereka pun berpisah.
“awkawkawkawkaw….” Lime tertawa setelah semua teamnya pergi
“akting gw keren juga nih,Kaal bisa kena gw boongin, ini anak anak juga kena”
kata Lime dalam hati sambil menepuk – nepuk kantong berisi disena di depannya.

—————————————————————————-

Pagi itu Kaal bangun kesiangan gara – gara semaleman bersin terus , baru bisa tidur menjelang subuh.
“tu barang gw apain ya?” Kaal mikir sambil duduk di warung kopi langganannya
“Optimus keknya minat sama beginian”
Kaal pun segera menghubungi Optimus
Telepon di ruangan Optimus berdering kenceng, Opti buru- buru angkat telepon berisik itu.
“gw ada barang bagus” suara Kaal terdengar di seberang
“mulus?” tanya Opti pelan
“100%” jawab Kaal
“ok deh, ntar malem ketemu di tempat biasa”

Malam itu Kaal membawa Optimus ke gudang tempat potongan – potongan MAU Franco disimpan.
Optimus memperhatikan potongan potongan MAU tersebut dengan teliti
“wah, dapet darimana ini?” Optimus penasaran
“ada deh, semua 600 ribu gold ” Ujar Kaal
“gw kontak bos gw dulu” Optimus menjawab
“kasih kabar secepetnya, udah ada yang minat ini” Kaal jual mahal
“Sabar bos, paling lambat besok gw kasih kabar” jawab Optimus lagi
Kemudian mereka berpisah

Sesampainya di markas acc, Optimus segera menuju kantor ChaoChao
Pintu kantor ChaoChao terbuka tepat saat Opti mau ketuk, Tyrandeus keluar dan berpapasan sama Opti
“malem Opti” kata Tyrandeus
“Malem, abis ngapain?” tanya Opti
“cuma laporan logistik rutin aja, standar” jawab Tyrandeus
“sudah dulu yah” Tyrandeus berjalan keluar markas
Optimus memeriksa radarnya, memastikan tidak ada acc lain selain ChaoChao disana.
“Malem Opti, ada apa ?” ChaoChao menyambut Optimus
“ada barang bagus bos” bisik Opti
“tunggu diem dulu” ChaoChao berkata lalu menekan sebuah tombol di balik mejanya, menyalakan peredam suara di kantornya.
“aman, bisa santai sekarang” kata ChaoChao
“Kaal nawarin spare part MAU” kata Optimus
“kondisi?” tanya ChaoChao
“mulus, ada lambang archonnya di lengan kanan tapi RXluna bisa beresin masalah begituan” Jawab Opti
“laku berapa kira kira?” tanya ChaoChao
“di pasaran bisa laku sekitar 600 ribu gold” Jawab Opti sambil membayangkan gold sebanyak itu
“si Kaal buka penawaran berapa?” tanya ChaoChao
“minta 600 ribu dia” Optimus menjawab
“tawar 400 dah, jangan lebih dari 500″ kata ChaoChao “Jangan sampe kita rugi”
“ini gold persediaan gw mulai menipis” Kata ChaoChao lagi
ChaoChao menyerahkan beberapa kantung berisi gold pada Optimus
“bisnis kasino lagi kurang bagus akhir-akhir ini” tambah ChaoChao
“Tenang bos, ga mungkin rugi kita” Optimus menenangkan

Esoknya , Optimus bersama seorang dementer menemui Kaal di gudang
“bos gw minta harga 400″ Optimus berkata sambil memeriksa ulang kondisi lengan dan kaki MAU Franco
“450 dah gw lepas” jawab Kaal ” daripada bikin pusing” pikir Kaal
Optimus terdiam sesaat, berpikir “Ok dah 450″ akhirnya Optimus menyetujui
lalu memberikan beberapa kantung gold pada Kaal
Setelah menghitung goldnya, Kaal mempersilakan Optimus membawa tumpukan MAU Franco. Dementer itu membuka portal, Optimus menghilang dibalik portal bersama setumpuk barang.
Kaal kembali ke rumahnya sambil tersenyum gembira

Popularity: 2%

Share This Post: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Blogosphere News
  • email
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Propeller
  • Slashdot
  • Sphinn
  • Spurl
  • Technorati
  • TwitThis

Related posts:

  1. Lunar Idol : Chapter 4
  2. Lunar Idol : Chapter 7
  3. Lunar Idol: Chapter 5
  4. Lunar Idol : Chapter 10
  5. Lunar Idol : Chapter 15

Filed Under: Stories

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply