Lunar Idol : Chapter 11

Chapter 11

“SRAKK, SRAK..”

Namine mengeluarkan gold dan disena dari dompetnya, menghitung sisa duit belanjanya bulan ini.
“Hufff, tinggal seratus ribu….” Keluh Namine lemes
“Mana bisa belanja keperluan dandan buat Cora Idol …” baju baru paling murah aja 20 juta disena.”

Namine memandang tumpukan receh gold dan disena yang tersisa. disamping tumpukan itu ada beberapa surat tagihan kartu kredit. Semuanya atas nama Namine.
“gimana mau setor sama Slavin buat cora idol..” Desis Namine

“buat makan diCafenya Grazie aja ga cukup nih”

sehari sebelumnya,

Namine memasuki kantor Slavin yang luas
“Ada perlu apa?” tanya Slavin sambil memandang Namine
Namine duduk di depan Slavin ,” Gw pengen ikut cora idol” Namine menjawab tanpa basa basi.
“hmm, keluarga panitia dan penyelenggara tidak bisa ikut.” Slavin menjawab dingin
“Apalagi istri archon accretia.” Slavin memandang tajam Namine
“tapi gw pengen banget ikut…, tolongin dong” Namine memandang Slavin dengan tatapan memohon
“Susah…” Slavin berdiri dan berjalan ke kabinet yang memajang hiasan hiasan di seberang ruangan.
“Kalo setorannya pas, bisa diatur”
“iya, gw usahain…” Namine menjawab gugup
kemudian Namine meninggalkan kantor archon dengan kepala pusing

Telepon di meja ChaoChao mengalunkan lagu kuch kuch hota hai.
ChaoChao menjawab telepon itu malas malasan setelah melihat identitas si
penelepon.
“Halo sayang….” suara diseberang menjawab
“halo sayang, gw lagi sibuk nih.” ChaoChao berusaha membuat sambungan telepon itu sesingkat mungkin
“gw mau beli baju baru say, ..” Suara diseberang menjawab tanpa basa basi.
“sudah gw duga…., minta duit pasti” ChaoChao berkata dalam hati sambil
melihat penanggalan digital di komputernya,

“baru tanggal 15..” ChaoChao mengeluh dalam hati

“gw lagi nda ada duit, bisnis lagi lesu say,…” ChaoChao berkata, berusaha membujuk wanita di seberang.
“yahhhh,….” suara di seberang mendesah kecewa
“sabar ya, bulan depan aja beli bajunya ya say” ChaoChao berkata
“tapi gw butuh banget…” Namine berkata
“sabar ya, gw aja udah pake oli dan bensin kelas 3 biar hemat…” ChaoChao menjawab
“ah alesan !!”
Klik , sambungan langsung terputus
ChaoChao menggelengkan kepalanya, dan meletakkan kembali teleponnya.
“Masa archon ga punya duit, awas aja ntar !!” bisik Namine dalam hati.
Namine mengambil tas di meja nya dan bergegas keluar rumah,

—————————————————————————-

Namine memasuki kantor ChaoChao, ruangan itu sepi. komputer ChaoChao menyala dengan screensaver lambang accretia. Namine duduk di kursi ChaoChao dan mulai membongkar bongkar laci ChaoChao.

Namine menggeser laci Lemari di samping meja ChaoChao.
“woooww, koq ada amulet cora disinii…” Namine berseru gembira dalam hati
“50% kualitas suata 50% kharisma” Namine membaca keterangan pada amulet itu
“ChaoChao mau ngasih hadiah buat gw kali ya…, tapiii bisanya dia pelit kan”

Namine berkata dalam hati
“ah, masa bodo deh, gw ambil aja ni amulet!!” Lalu Namine memasukkan amulet itu ke sakunya.
Namine melanjutkan inspeksinya pada laci kedua dan ketiga, tak ada hal menarik hanya ada peralatan semacam scanner digital, beberapa CD yang ga jelas isinya dan Namine males mencari tahu apa isinya.
Laci keempat dari atas terasa berat, Namine menggeser laci tersebut dengan hati – hati. Dua buah buntalan kecil muncul dari laci itu
Namine mengulurkan tangannya, mengangkat kedua bungkusan itu dan mengeluarkannya dari laci.

Namine menarik tali di ujung buntalan itu
“cringg, ….” beberapa koin gold berjatuhan dari kantung itu

“Asikkk,…” Namine hampir menjerit saking senangnya. Buru-buru Namine merapikan kembali kantong-kantong berisi gold itu. Namine kembali melanjutkan aksinya, tapi tidak ada kejutan lain di kantor itu.Setelah puas bongkar sana sini Namine memutuskan kembali ke Cora
Namine mengangkat kedua kantong gold itu dan membuka tasnya, mengambil Scroll markas cora.
“Namine !!!” ChaoChao berlari masuk ke dalam kantornya, dan segera mengenali dua kantong berisi gold yang berisi uang jaminan Arbaal di tangan Namine.
“Katanya ga punya duit, buktinya ini ada gold dua kantong !!!” Omel Namine
“Mau kemana?” ChaoChao mendekati Namine
“Belanja” Jawab Namine sekenanya
“Namine, jangan bawa uang itu buat modal bisnis…T_T” ChaoChao memohon
“dasar pelit, uang belanja gw kan udah abis bulan ini!!!”

Namine memandang tajam pada ChaoChao
“Cepet banget sih abisin uang belanjanya, kan semua tagihan kartu kredit aja gw bayarin…” ChaoChao memandang Namine sedih
“gw kan banyak kebutuhan, istri archon accretia masa ga bisa beli baju baru???” sergah Namine
“tapi , bulan ini udah abis 250 juta uang tunai, belum termasuk tagihan kartu kredit..” ChaoChao menjawab pelan
“Baju yang bulan kemaren kan masih ada kan? masih bagus koq modelnya.” Bujuk ChaoChao
“Ngga bisa, gw perlu perhiasan baru, gaya rambut baru!!” tandas Namine
“Model rambutnya masih bagus koq sayang…, ngga perlu yang baru kan.”
ChaoChao berusaha merayu Namine
“Pelit amat sih, tuh liat Lestari, belom jadi istri Franco udah dikasih duit
belanja full, rumah mewah..” Namine berkata
“iya, Namine juga gw kasih uang belanja kan, kartu kredit dibayarin juga kan” ChaoChao membela diri
“Lestari bisa liburan di Elan resort bareng Franco kapan aja!!”
“gw sama archon accretia bulan madu cuma di nge bug terrain di 117 !!!” Namine menambahkan dengan nada menyindir
“gw kan accretia, mana bisa liburan di laut..” ChaoChao berkata
“Alesan aja, lu ga mau bayar hotel mahal kan???” Namine berseru
“…..” ChaoChao terpana
“Franco ngga pernah kasih batasan uang belanja!!!” Namine kembali mengomel
“SUDAH SANA SAMA FRANCO AJA !!!” akhirnya ChaoChao jengkel
“HUH, GW JUGA MALES SAMA ACC, PELIT!!” Namine berteriak kesal, lalu berlari keluar kantor ChaoChao
“Tungguu!! uang nya balikinnn!!” ChaoChao mengejar Namine keluar kantor. Tapi Namine sudah menghilang

ChaoChao berjalan gontai kembali ke kantornya, Dipandangnya isi kantor itu
yang berantakan abis sidak Namine.
“Bulan lalu minta bedak bubuk emas, trus body lotion mutiara..” ChaoChao
menerawang ke luar jendela kantornya.
“Uang arisan, langganan majalah, parfum, tas kulit lack joe…” ChaoChao
mengingat ingat daftar pengeluaran Namine
“krim anti selulit,obat jerawat,creambath, spa, manicure, pedicure…”ChaoChao mendesah
” baju musim panas, musim dingin, musim banjir,musim duren,lingerie…” daftar itu semakin bertambah dan membuat pusing ChaoChao
“gw jadiin acc aja itu Namine!!!” ChaoChao berkata kesal dalam hati
“paling mahal perawatan cuma 50 juta, itu udah bensin ke 1, Oli kelas 1, spare part premium”
Bayangan Namine yang telah menjadi acc muncul di benak ChaoChao, tapi sedetik kemudian bayangan Namine berganti dengan bayangan BapakNyeGwen yang memeluk dan mencium ChaoChao

ChaoChao bergidik mengingat kejadian itu, dan membatalkan niat nya mengubah Namine jadi acc.
“Nasib deh,…T_T ” ratap ChaoChao sedih

Telepon di meja ChaoChao kembali berdering,
“Halo?” Suara optimus terdengar dari telepon itu
“ya opti ada apa?” jawab ChaoChao lemes
“Kasino butuh uang tunai nih” Jawab Opti
“iya , sabar gw cari dulu ya” ChaoChao menjawab
sambungan itupun terputus

ChaoChao berjalan ke Lemari pajangan, yang memajang senjata – senjata miliknya. Diambilnya sebuah relic kesayangannya, ChaoChao mengelus relic itu dengan penuh rasa sayang. “bisnis lebih penting dari harga diri gw deh…” ChaoChao berkata lirih
sesaat kemudian muncul pengumuman “Jual Relic Murah, BU” yang berkumandang ke seluruh penjuru acc

—————————————————————————–

Namine duduk bersandar di kafe grazie, dihadapannya duduk Valmariel, yang sedang memangku setumpuk katalog.
” Coba deh aksesoris terbaru ini, cocok lho buat Namine ” Valmariel
menyodorkan setumpuk katalog yang berisi informasi baju dan aksesoris dengan model terbaru. Namine membuka buka katalog tersebut
“Ini berapa harganya?” Namine menunjuk sebuah Anting cantik dengan permata biru muda.
“ohh, itu 50 ribu gold, menambah kualitas suara 20%, lumayan lho untuk Cora Idol nanti” Valmariel membujuk Namine
“Itu bikinan MbahDarm0 lho, beda sama yang lain” bujuk Valmariel lagi
“Boleh juga nih, ditambah yang 50% tadi gw dapet dari ChaoChao, sip dah” pikir Namine
“gw ambil deh” kata Namine, lalu membuka katalog baju
“Gw mau yang warna ungu ini deh, Namine kembali menunjuk gambar baju dalam katalog
Valmariel mencatat pesanan Namine dengan penuh semangat

“nih uang mukanya,sisanya nanti ya kalo barangnya dateng” Namine menyodorkan setumpuk gold,lalu memanggil pelayan.
“sip, gw usahain barangnya besok bisa sampe” Valmariel berkata dengan penuh semangat.
Setelah membayar, Namine melenggang pergi
“Emang asik bisnis sama istri archon, makan gratis dapet duit pula ” Valmariel
tersenyum gembira. Ia kembali ke rumahnya, meletakkan katalog – katalog
belanjanya lalu menuju bank.

Sambil bersenandung ceria dan memain mainkan kantong berisi gold, Valmariel berjalan menuju bank.
“Valmarieeeelll” Sebuah suara mengagetkan Valmariel, sampe kantong gold nya jatuh ke tanah, dan isinya berhamburan.
Valmariel buru buru membereskan goldnya, lalu menoleh ke arah sumber suara
“wahhh , banyak duit yaaa…” Slavin mendekati Valmariel
“eerrr, nda , ini buat bayar cicilan elemental..” Valmariel memberi alasan
“wah, udah bisa cicil elemental yah..” Slavin senyum jail
Valmariel mulai ngerasa nda enak. Valmariel sudah denger soal home theatre nya Kaal dari MbahDarm0
“aaa, itu cuma ele 15% boleh dicicil setaun…” Valmariel menjawab panik
“udah ada duit kan ya, gajinya dibayar bulan depan aja deh ^^” Slavin nyengir
“…..” Valmariel serasa mendengar petir di siang bolong
“Tapiii…, kan masih ada cicilan lainnya…T_T” jawab Valmariel lemes
“bayarnya cicilannya bulan depan aja” Slavin berbalik dan berjalan ke arah
portal

—————————————————————————-

Dracozen tersenyum memandang tumpukan gold di mejanya, semua ramuan Mbah sudah laku. tumpukan gold itu cukup menghibur hati Dracozen, setelah ditolak mentah mentah sama team seleksi Bellato Idol

Sehari sebelumnya,
“Stoopp, stoop STOOOOOOOOOOP” Anindita berteriak sambil menutup telinganya
“udah deh, parah banget..” Franco berkata
Dracozen berhenti menyanyi dengan mata berkaca – kaca
“kamu pulang aja ya” Reeef meredakan suasana, kasihan melihat Dracozen yang udah berkaca kaca
Bajaygokil menggandeng tangan Dracozen lalu membimbingnya keluar ruangan
“udah nda papa,…” Bajay memeluk Dracozen, membiarkan Dracozen menangis di pelukannya.
“kenapa ramuan mbah ga mempan ya?” Dracozen bertanya sedih
“mungkin salah dosisnya, udah kamu tenang aja.” Bajay menepuk nepuk bahu Dracozen
“Jangan nangis lagi,sayang udah dandan cantik-cantik, nanti luntur make upnya” hibur bajay
“Nda jadi idol pun, aku tetep sayang kamu” Bajay menambahkan
Dracozen mendongak memandang Bajaygokil dengan wajah bersemu merah
“dah, pulang aja dulu ya jangan sedih ” Bajay lalu berbalik kembali kedalam
ruangan.

Dracozen mengingat wajah bajaygokil, lalu tersenyum. lalu membereskan gold – gold itu untuk disetorkan pada Slavin

—————————————————————————

Keesokan Harinya, di gua batu yang serem dan gelap seperti biasa. Dracozen memasuki ruangan praktek MbahDarm0. Disana tampak Slavin sedang duduk menghadap api unggun dengan cangkir besar di tanggannya. MbahDarm0 di depan rak-rak yang berisi ramuan warna – warni.
“Ini goldnya, semua ramuan udah laku” Dracozen menyerahkan kantong kantong berisi gold ke tangan Slavin.
Slavin menerima kantong gold yang diberikan Dracozen, lalu menghitung nya.
Sambil menunggu Slavin selesai menghitung goldnya, Dracozen memutuskan untuk berkonsultasi dengan MbahDarm0
“Mbah, kenapa ramuannya ga mempan sama saya ya? tapi sama bellato lain bisa manjur..?” Dracozen menatap mata Mbah
“hmm, sebentar.” Mbah berpikir sambil berjalan bolak balik
“emang suara kamu gimana sih?” tanya mbah, “coba nyanyiin satu lagu”
Dracozen mulai menyanyikan sebait syair
“ARGHHHHHHH….HENTIKAAAAAANNNN!!!” Slavin membentak
Mbah menjatuhkan tongkatnya ke tanah dan menutup telinga
Dracozen langsung terdiam
Di luar relung serangga serangga raksasa penghuni gua batu berlarian keluar gua.

“Mengerikan” Slavin berhenti menghitung goldnya, memandang Dracozen
“iya…” Mbah meng iya kan pendapat Slavin
Dracozen menunduk sedih
“wah kalo kaya gitu suaranya, emang susah ….” Mbah berkata pelan
“mau minum satu ember juga ga bakal mempan” Mbah menambahkan
Mbah nda tega liat tampang sedih Dracozen
“ya kamu punya bakat lain kan, nda bisa nyanyi juga nda apa apa, daripada
nanti pada pingsan denger suara kamu” Mbah menasihati Dracozen
“iya mbah” Dracozen menjawab lirih

“Nih, buat ongkos pulang” Slavin memberikan sekantung gold pada Dracozen
Dracozen menerima kantung itu, dan mengintip isinya. Nampak beberapa tumpuk gold. “Lumayan deh ^^” batin dracozen, “baek juga si kuping lancip ini, gw masih dikasih komisi”
“Mbah punya ramuan baru tuh” Kata Slavin “Buat ilangin pegel linu abis dance”
“ada ramuan buat tinggiin badan ga mbah?” Dracozen bertanya pada Mbah
“hmm, itu masih perlu diteliti dulu” Kata Mbah sambil memasukkan botol – botol
ramuan ke tas yang dibawa Dracozen.
“terakhir di uji coba ke flem, cuma badannya doang yang jadi tinggi, tangan
dan kakinya nda” Mbah menjelaskan
“ohh, seremmm” Dracozen membayangnya flem yang tinggi dengan kaki dan tangan yang berukuran amat kecil

“Semangat ya jualannya, nanti ditambahin komisinya” kata Slavin sambil
memandang Dracozen
Dracozen mengangkat tas yang yang berisi ramuan MbahDarm0 dah kembali menuju markas bellato

Popularity: 3%

Share This Post: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Blogosphere News
  • email
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Propeller
  • Slashdot
  • Sphinn
  • Spurl
  • Technorati
  • TwitThis

Related posts:

  1. Lunar Idol : Chapter 4
  2. Lunar Idol : Chapter 15
  3. Lunar Idol : Chapter 14
  4. Lunar Idol : Chapter 2.2
  5. Lunar Idol : Chapter 10

Filed Under: Stories

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply