<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Risa&#039;s Blog &#187; lineage2 fanfiction</title>
	<atom:link href="http://www.risamargareta.info/tag/lineage2-fanfiction/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.risamargareta.info</link>
	<description>Internet Marketing &#124; Fanfiction &#124; Blogging</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Jul 2010 06:47:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Heroes of Elmoreden : Interlude I</title>
		<link>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/</link>
		<comments>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 09:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[lineage 2]]></category>
		<category><![CDATA[lineage2 fanfiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.risamargareta.info/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Varinia sang dark elf melepaskan armornya perlahan.  Sesaat Varinia ragu, Ia merasa seseorang sedang mengamati dirinya.Ia berhenti sejenak dan mandang berkeliling, dinding pemandian itu terbuat dari batu. Tinggi dan tebal, Tidak mungkin orang biasa mengintip ataupun melewati tembok itu. Walaupun begitu, Varinia memilih mempercayai nalurinya, ia mengambil tongkatnya yang disandarkan ke dinding, memejamkan mata sejenak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-the-gathering/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : The Gathering'>Heroes of Elmoreden : The Gathering</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : House of Gregia'>Heroes of Elmoreden : House of Gregia</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-cursed-swords/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Cursed Swords'>Heroes of Elmoreden : Cursed Swords</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Varinia sang dark elf melepaskan armornya perlahan.  Sesaat Varinia ragu, Ia merasa seseorang sedang mengamati dirinya.Ia berhenti sejenak dan mandang berkeliling, dinding pemandian itu terbuat dari batu. Tinggi dan tebal, Tidak mungkin orang biasa mengintip ataupun melewati tembok itu. Walaupun begitu, Varinia memilih mempercayai nalurinya, ia mengambil tongkatnya yang disandarkan ke dinding, memejamkan mata sejenak menajamkan pedengarannya.</p>
<p>Dhuarr, Aughhhh !!!!<br />
Sebuah ledakan kecil muncul diiringi suara mengaduh.</p>
<p>Arion terduduk di tanah memegangi sayapnya yang sedikit terbakar.</p>
<p>&#8220;Halo Arion, Belum kapok ngintip?&#8221; Varinia mengacungkan tongkatnya menodong Arion tepat di depan hidungnya.<br />
Arion nyengir lebar dengan ekspresi bandel.<br />
&#8220;Jangan ulangi lagi, atau kau akan kupanggang&#8221; Varinia menggoyangkan tongkatnya mengancam.</p>
<p><span id="more-346"></span>Arion hanya membalas dengan cengiran, lalu lenyap entah kemana.<br />
&#8220;DDiaa bisa menghilang??&#8221; Valmariel yang masih terbalut handuk kaget.<br />
&#8220;iya, sayangnya dia menggunakannya untuk mengintip pemandian&#8221; Varinia menurunkan tongkatnya dan kembali menyandarkannya di dinding.<br />
&#8220;itulah alasan kenapa si bodoh itu berakhir di tahanan rune&#8221;<br />
Varinia mencelupkan kakinya di pinggiran kolam air panas. Sensasi hangat yang menyenangkan menjalar naik dari kaki ke seluruh tubuhnya. Valmariel duduk disisinya sudah berendam setengah badan. Uap air panas membumbung keluar dari pemandian itu. Beberapa wanita juga sedang berendam bersama mereka.  Dua orang human dan seorang dwarf berkuncir pink.</p>
<p>&#8220;Varinia, bagaimana kau bisa ditahan di rune?&#8221; Valmariel bertanya penasaran.<br />
&#8220;Aku sedang mencari artefak  sihir kuno&#8221; Varinia menerawang seakan mengingat peristiwa yang telah sangat lama berlalu<br />
Valmariel memandang Varinia penuh perhatian.<br />
&#8220;Malam itu aku berhasil menyelinap dan menemukan kalung itu di ruang rias Lady Rune.&#8221;<br />
&#8220;ternyata kamael bodoh itu juga sedang disana, mengintip kamar mandi lady Rune&#8221;<br />
&#8220;Dia melihatku mengambil kalung Lady, dan mencoba merampasnya, kami bertengkar sesaat dan Lady Rune memergoki kami berada di ruang riasnya&#8221;<br />
&#8220;Rune castle dilindungi magic barrier, aku kesulitan menggunakan sihir dan si bodoh itu terkena gas bius dari alchemist castle. &#8221;<br />
&#8220;Itu kalung yang sekarang kau pakai?&#8221; Tanya Valmariel<br />
&#8220;Bukan ini kalung warisanku, kalung Lady Rune tertinggal di castle.&#8221; balas Varinia<br />
&#8221; Lain kali aku kesana lagi ,Tentu saja tanpa si bodoh itu&#8221; Varinia menggeram jengkel</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Rayner meneguk kopinya lalu meletakkan cangkirnya kembali di meja. Ia merenungi posisinya sekarang. Di hadapannya ada Ogrimar yang sedang melumuri sebongkah besar roti panggang dengan sesendok madu. Ogrimar makan dengan cukup santun, setidaknya untuk ukuran Orc.</p>
<p>&#8220;Uangku sudah mau habis,&#8221; Valmariel berkata tanpa basa basi.<br />
&#8220;kau bisa pinjam uangku&#8221; Varinia menyambar sebongkah daging asap dan memindahkan benda itu ke piringnya.<br />
&#8220;bukan begitu, maksudku kita harus melakukan sesuatu&#8221; Valmariel mengerutkan keningnya<br />
&#8220;Jadi? Harus ngapain&#8221; Arion menyedok telur rebus ke mulutnya.<br />
&#8220;Aku harus kembali ke pa’agrio temple&#8221; Ogrimar meletakkan rotinya yang tinggal separuh ke piring.<br />
&#8220;Kau pikir Rune akan melepaskan kita begitu saja?&#8221; Rayner melemparkan pertanyaan<br />
&#8220;kupikir aku mau pulang ke Aden&#8221; Valmariel mengabaikan pertanyaan Rayner<br />
Arion hanya mengeluarkan dengusan.<br />
&#8220;Gludin Harbor satu setengah hari perjalanan dari sini, disana penuh dengan para pendatang. akan sulit melacak kehadiran kita disana.&#8221; Rayner berkata datar.<br />
&#8220;Di sana kita bisa berpisah ke tujuan masing masing&#8221; Ogrimar menyambut ide Rayner<br />
Sesaat kemudian mereka melanjutkan sarapan dalam diam. Sibuk dengan pikiran masing masing.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>&#8220;Selamat pagi Kakak&#8221;<br />
Patrick mendongak dan melihat Elthea masuk ke ruang kerjanya. Di tangannya ada seikat bunga putih .</p>
<p>&#8220;mawar putih&#8221; Patrick membatin lalu terdiam sejenak</p>
<p>sekilas sebuah rasa perih menyelinap di hatinya.</p>
<p>&#8220;Selamat pagi Elthea, kuharap kau sehat hari ini&#8221;<br />
&#8220;aku baik baik saja kakak, Ini bunga mawar dari kebun kita&#8221;</p>
<p>Elthea meraih vas bunga di sudut meja dan menjejalkan seluruh bunga itu kedalam Vas. Ia menarik beberapa tangkai agar terlihat menonjol . Patrick memandangi kegiatan Elthea dengan perasaan déjà vu yang pedih.<br />
Elthea sangat mirip dengan ibu mereka, juga sangat suka mawar putih. Rambutnya pirang dan halus, matanya coklat besar. Sayang Elthea bertubuh lemah dan sakit-sakitan</p>
<p>&#8220;Nah cantik&#8221; Elthea tersenyum puas memandang hasil karyanya.<br />
&#8220;Permisi Lord Gregia&#8221; Klarth, sang pemimpin laboratorium aden yang berambut botak memberi salam<br />
&#8220;Kami sudah berhasil membuat alat itu tuan&#8221; Klarth memandang Lord Gregia dengan tampang gembira</p>
<p>Elthea memandang Klarth dengan ekspresi kecewa. Klarth sama sekali tidak memperdulikan tatapan sang Lady. Bahkan tak menganggap sang lady hadir di ruangan itu.<br />
&#8220;Kakak janji akan menemaniku ke kota kan?&#8221; Elthea bertanya dengan nada merajuk<br />
&#8220;Maaf Elthea, ada hal penting hari ini, nanti kita makan malam bersama ya&#8221;<br />
Elthea berdecak jengkel dan berlari keluar ruangan<br />
&#8220;Tunjukkan alat itu padaku&#8221; Lord Gregia berjalan keluar ruangan. Klarth mengikuti sang Lord dengan langkah lebar.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Rune township terlihat sepi, beberapa hari setelah insiden itu para pertualang yang berkunjung ke wilayah sekitar Rune berkurang jauh.  Rumor kemunculan Ogrimar membuat mereka ketakutan.<br />
Hans membuka pintu menuju kantor nya di pinggiran Rune, ia duduk di meja kerjanya dan bersyukur pada Einhasad karena karirnya masih belum tamat.<br />
Hans sedang membereskan perkamen berisi data data perlengkapan militer rune saat pintu kantornya terbuka lebar.<br />
Seorang Ghost Hunter bertopeng membungkuk hormat.<br />
&#8220;kami sudah melacak jejak Ogrimar Tuan&#8221; &#8221; rombongan ogrimar sedang menuju Gludin harbor&#8221;<br />
&#8220;Bagus, akan segera kulaporkan pada Lord Gregia&#8221;<br />
Sang ghost hunter kembali member hormat dan menghilang dibalik pintu.<br />
Hans meraih pena di mejanya dan segera menulis surat pada Lord Gregia.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
TUUUUUUUUUUUUTT</p>
<p>Suara peluit kapal dan lonceng pelabuhan menyambut rombongan Rayner di Gludin harbor. Pelabuhan itu cukup besar , walau tak sebesar Giran Harbor. Kapal kapal dari sisi lain Elmore merapat dan membawa para pedagang. Kaum migran dan para pedagang yang berpakaian warna – warni berlalu lalang di sepanjang jalan Gludin Harbor.</p>
<p>&#8220;Ingat, jangan lepaskan jubah kalian, mungkin saja ada yang mengenali kita disini&#8221; Rayner mengingatkan rombongannya.<br />
Valmariel memasang jubah dan tudung di kepalanya, lalu mulai berjalan menyusuri trotoar Gludin Harbor.</p>
<p>Mereka berpencar, membeli kebutuhan masing masing ataupun berjalan jalan saja menikmati pemandangan.<br />
Paagrio temple paling dekat dengan Rune, Varinia ingin kembali ke Rune, Rayner penasaran dengan  misteri di Rune, Arion tidak punya tujuan, sementara Valmariel ingin ke Aden. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Rune.<br />
Jadwal pemberangkatan kapal yang ditempel di kantor kepala Gludin Harbor mengatakan kalau kapal menuju Rune baru ada 2 hari lagi.<br />
Valmariel harus naik kapal ke Giran sendirian kalau mau kembali ke Aden, Valmariel tidak suka ide tersebut jadi dia ikut ke Rune.<br />
Varinia tidak berhasil menemukan penginapan yang kosong di Gludin harbor. Jadi mereka menyewa sebuah kapal nganggur.</p>
<p>Keesokan harinya Valmariel berjalan jalan di pelabuhan. Para nelayan beristirahat di pinggiran dok, menghitung hasil tangkapan mereka. Beberapa pedagang kain menawarkan barang dagangan mereka di pinggiran pelabuhan. Burung burung camar melayang di kejauhan.<br />
Rayner berjalan pelan di kompleks perdagangan di salah satu sudut Gludin Harbor. Gludin harbor tidak dijaga ketat seperti Giran harbor. Rayner malas memikirkan kenapa penjagaan Gludin begitu longgar. Dia memilih menikmati hari ini. Di kejauhan Rayner melihat kerumunan orang membaca sesuatu di tembok.<br />
setelah berjuang menyibakkan kerumunan orang yang menyemut di depan papan pengumuman, akhirnya rayner bisa membaca isi papan itu</p>
<p>&#8220;OH SIAL&#8230;&#8230;..&#8221;  Bisik Rayner dalam hati<br />
Papan itu berisi gambar seluruh rombongan nya beserta hadiah 100 juta adena.<br />
Rayner bergegas menjauh dari kerumunan,<br />
Belum jauh dia berjalan, sebuah whisper datang</p>
<p>&#8220;LARIII, KITA KETAHUAN&#8221;</p>
<p>Varinia melempar jubahnya ke udara dan bersiap menyambut para prajurit beberapa meter di hadapannya.</p>
<p>DARK VORTEX !!</p>
<p>Sebuah pusaran hitam muncul memporak porandakan barisan prajurit.<br />
Varinia memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri.<br />
Arion berdiri di atap sebuah bangunan dan mengamati kekacauan yang terjadi di tengah pelabuhan</p>
<p>Rayner menarik pedang nya dan menerjang masuk prajurit yang menghalangi jalan. Menangkis dua tusukan tombak di saat bersamaan lalu melompat ke samping, menghindari sebuah tusukan lalu menyabetkan pedangnya kearah prajurit terdekat.<br />
Serangannya berhasil memporak porandakan barisan depan , tapi para prajurit itu segera menyusun barisan baru mengepung Rayner.<br />
Sebuah jaring berat menghantam telak kepala Rayner, membuatnya pusing sementara. Rayner berusaha menyabetkan kedua pedangnya. Tapi Jaring itu terlalu kuat. Rayner terus melawan.</p>
<p>&#8220;Sebaiknya simpan tenagamu, Rayner&#8221; sebuah suara mendekat. Rayner memandang sosok dark elf yang kini berada di hadapannya.<br />
TCHACK !!<br />
Lalu semuanya gelap.</p>
<img src="http://www.risamargareta.info/?ak_action=api_record_view&id=346&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-the-gathering/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : The Gathering'>Heroes of Elmoreden : The Gathering</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : House of Gregia'>Heroes of Elmoreden : House of Gregia</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-cursed-swords/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Cursed Swords'>Heroes of Elmoreden : Cursed Swords</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Heroes of Elmoreden : House of Gregia</title>
		<link>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/</link>
		<comments>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 09:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[lineage 2]]></category>
		<category><![CDATA[lineage2 fanfiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.risamargareta.info/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Selamat malam Lord Gregia&#8221;
Seorang pria bersetelan resmi berwarna putih membalik kursinya memandang sosok pria dihadapannya.
&#8220;masuklah, kuharap ada berita baik&#8221; Sang pria bersetelan menjawab dingin.
&#8220;Kami sudah berhasil menerjemahkan semua  teks yang ada Tuan&#8221; pria yang kedua kembali bersuara.
Sang pria bersetelan memandang dengan penuh minat
&#8220;Lalu?&#8221;
&#8220;nampaknya mereka berhasil menanamkan implant itu Tuan&#8221;
&#8221; kami bisa merekonstruksi laboratorium itu Lord [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Interlude I'>Heroes of Elmoreden : Interlude I</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-first-mission/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : First Mission'>Heroes of Elmoreden : First Mission</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-cursed-swords/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Cursed Swords'>Heroes of Elmoreden : Cursed Swords</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Selamat malam Lord Gregia&#8221;</p>
<p>Seorang pria bersetelan resmi berwarna putih membalik kursinya memandang sosok pria dihadapannya.</p>
<p>&#8220;masuklah, kuharap ada berita baik&#8221; Sang pria bersetelan menjawab dingin.</p>
<p>&#8220;Kami sudah berhasil menerjemahkan semua  teks yang ada Tuan&#8221; pria yang kedua kembali bersuara.<br />
Sang pria bersetelan memandang dengan penuh minat<br />
&#8220;Lalu?&#8221;<br />
&#8220;nampaknya mereka berhasil menanamkan implant itu Tuan&#8221;<br />
&#8221; kami bisa merekonstruksi laboratorium itu Lord Gregia, tentunya dengan bantuan Anda &#8221;</p>
<p><span id="more-342"></span>Pria kedua mengenakan tunik panjang berwarna krem, kepalanya separuh botak dan beruban. Ia berdiri di depan meja kerja Gregia. Jantungnya berdegup keras penuh harap menunggu jawaban sang Lord.</p>
<p>&#8220;Lanjutkan ke rekonstruksi&#8221;<br />
&#8220;Baik Lord Gregia&#8221;</p>
<p>Pria yang mengenakan tunik membungkuk memberi  hormat dan berbalik kemudian menghilang dibalik pintu kayu besar.<br />
Patrick Von Gregia bangkit dari kursinya ia berjalan ke jendela besar di samping ruangan. Jendela itu menyajikan pemandangan langsung ke danau. Kabut tipis melayang diatas Narsell Lake. Ia mendengus dan mengerutkan keningnya.</p>
<p>&#8220;Tahap pertama sudah selesai,&#8221; bisiknya pelan &#8220;Tak lama lagi,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Elmore&#8221;</p>
<p>Ia mengucapkan kalimat itu dengan penuh perasaan.</p>
<p>&#8220;Kakak, ini sudah malam ayo istirahat&#8221;<br />
Patrick menoleh, Elthea adik nya sedang berjalan mendekat. Gaunnya menimbulkan suara gemerisik lembut di karpet.<br />
&#8220;Ah Elthea, kau sudah merasa baikan?&#8221; Tanya Patrick<br />
&#8220;Aku hanya sedikit demam kakak, seharusnya kakak yang sering beristirahat&#8221; Elthea tersenyum<br />
&#8220;Posisi kita sedang buruk Elthea, kekacauan ada dimana mana&#8221; Patrick kembali memandang ke danau.<br />
&#8220;Kita tidak perlu politik , semua sudah cukup&#8221; Elthea merajuk<br />
&#8220;Aku tidak ingin kehilangan kakak seperti kehilangan ayah&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Tidurlah Elthea, aku tidak akan seperti dia..&#8221; Jawab Patrick dingin</p>
<p>Elthea terdiam lalu berjalan pergi. Patrick memandangi punggung adik nya itu sampai menghilang di balik pintu.</p>
<p>Hembusan angin pagi seharusnya membuat pikiran menjadi lebih segar, tapi hari ini Hans tidak merasa udara pagi bisa membuatnya lebih segar. Dengan enggan Hans melangkahkan kaki menuju mansion Gregia.<br />
Ia yakin Lord Gregia tidak akan senang mendengar laporannya. Melapor kan kabar buruk pada Lord Gregia adalah salah satu cara cepat jika kau ingin turun pangkat.  Hans mengingat anekdot yang beredar di kalangan militer Aden itu dengan perasaan kecut.<br />
Hans mendorong pintu ruang kerja Lord Gregia dengan perasaan kikuk.<br />
Lord Gregia duduk di balik keja kayunya yang penuh dengan ukiran. Memandang Hans dengan tatapan tajam.</p>
<p>&#8220;Selamat pagi Lord Gregia&#8221; Hans membungkuk dan memberi salam<br />
&#8220;Apa yang terjadi di Rune?&#8221; Lord Gregia langsung bertanya<br />
&#8220;beberapa tahanan melarikan diri Tuan, termasuk seorang orc yang kemungkinan besar adalah Ogrimar&#8221; Hans mengutarakan kalimat itu dengan nada penuh penyesalan.<br />
&#8220;Ogrimar?&#8221; Lord Gregia mengulangi nama itu<br />
&#8220;Ya tuan, Kami belum bisa memastikan itu Ogrimar atau bukan, ia sudah melarikan diri bersama beberapa tahanan lain&#8221;<br />
&#8220;Dari senjata dan armor yang dikenakannya, mirip dengan deskripsi Ogrimar &#8221;</p>
<p>Ekspresi wajah Lord Gregia mengeras. Hans merasa inilah hari terakhir ia bertugas sebagai komandan militer  Rune. Melepaskan The Most Wanted Orc di Elmore, adalah prestasi memalukan dari militer Rune</p>
<p>&#8220;Sebarkan informasi pada pemburu hadiah, 100 juta adena untuk setiap Tahanan itu&#8221; Lord Gregia menjawab datar.<br />
&#8220;Baik Lord Gregia, kami segera mencari mereka semua&#8221; Hans membungkuk hormat dan segera keluar.</p>
<p>Hans merasa Einhasad sedang tersenyum padanya hari ini.</p>
<p>Pintu besi itu bergeser lembut, memperlihatkan sebuah ruangan dengan Kristal berpendar hijau di tengahnya. Ruangan itu terlihat seperti sebuah tempat penelitian.  Ada botol -botol kaca berukuran besar dan kecil sebagian mengepulkan asap. Kabel kabel berseliweran di lantai dan sebagian menggantung di udara. (Di Lineage ada kabel kok, sumpah ^^)</p>
<p>&#8220;Selamat datang Lord Gregia !! &#8221;<br />
seorang pria botak berjalan terburu – buru menghampiri sang Lord<br />
&#8220;alat pendeteksi itu, sudah siap?&#8221; Tanya Lord Gregia<br />
&#8220;sebentar lagi siap Tuan, Kita bisa mendeteksi anomaly primordial nucleus dari jarak 100 meter Tuan&#8221;<br />
&#8220;Selesaikan minggu ini, Ogrimar harus segera tertangkap&#8221; Lord Gregia mandang tajam ke arah si pria botak.<br />
&#8220;baik Lord Gregia&#8221;<br />
Patrick von Gregia keluar dari ruangan itu.</p>
<img src="http://www.risamargareta.info/?ak_action=api_record_view&id=342&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Interlude I'>Heroes of Elmoreden : Interlude I</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-first-mission/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : First Mission'>Heroes of Elmoreden : First Mission</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-cursed-swords/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Cursed Swords'>Heroes of Elmoreden : Cursed Swords</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Heroes of Elmoreden : The Gathering</title>
		<link>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-the-gathering/</link>
		<comments>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-the-gathering/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 09:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<category><![CDATA[lineage]]></category>
		<category><![CDATA[lineage 2]]></category>
		<category><![CDATA[lineage2 fanfiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.risamargareta.info/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[KLANGGG !! AHHH!!!
Jeruji besi itu tertutup dan dilanjutkan dengan derap sepatu para prajurit  pergi menjauh.
Valmariel membalikkan tubuhnya, berdiri dan memeriksa keadaan sekeliling.  Ruangan itu diterangi cahaya redup dari api obor yang bergoyang. Diseberang selnya ada seorang kamael berambut cepak.
Rayner tertelungkup sebelah kirinya, wajahnya terlihat lebam.
&#8220;Rayner??&#8221;
&#8220;Kau baik baik saja?&#8221; &#8220;Rayner??&#8221;
&#8220;Berisik!! &#8221;
&#8221; dia masih napas tuh.&#8221; Si [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Interlude I'>Heroes of Elmoreden : Interlude I</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-cursed-swords/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Cursed Swords'>Heroes of Elmoreden : Cursed Swords</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : House of Gregia'>Heroes of Elmoreden : House of Gregia</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KLANGGG !! AHHH!!!</p>
<p>Jeruji besi itu tertutup dan dilanjutkan dengan derap sepatu para prajurit  pergi menjauh.<br />
Valmariel membalikkan tubuhnya, berdiri dan memeriksa keadaan sekeliling.  Ruangan itu diterangi cahaya redup dari api obor yang bergoyang. Diseberang selnya ada seorang kamael berambut cepak.<br />
Rayner tertelungkup sebelah kirinya, wajahnya terlihat lebam.</p>
<p>&#8220;Rayner??&#8221;<br />
&#8220;Kau baik baik saja?&#8221; &#8220;Rayner??&#8221;</p>
<p>&#8220;Berisik!! &#8221;<br />
&#8221; dia masih napas tuh.&#8221; Si kamael cepak membentak<br />
&#8220;Dia ngga apa &#8211; apa Cuma luka sedikit&#8221;. Sebuah suara berat dari sel disebelah si kamael cepak.  Seorang orc berdiri memegang jeruji selnya, memandang Valmariel.</p>
<p>&#8220;<span id="more-337"></span>UHHHH……ARGHHHHH</p>
<p>Rayner menggeliat lalu duduk perlahan. Penglihatannya mulai beradaptasi dengan kondisi cahaya redup dalam sel.<br />
&#8220;Dimana nih?&#8221;<br />
&#8220;Penjara Rune township Yang Mulia &#8221; jawab si kamael cepak dengan nada menyindir<br />
Rayner tidak menanggapi si kamael, kepalanya masih berat , tubuhnya nyeri.</p>
<p>ARGHHH, AWAS RANTAINYA !!<br />
IKAT FENRIRNYA CEPAT !!</p>
<p>Valmariel memandang keluar dari jendela sel, fenrirnya sedang dikeroyok oleh beberapa prajurit tubuhnya terluka disana sini</p>
<p>LEPASKAN FENRIRKUU AWAS KALIANNN LEPASKAAANNN<br />
Valmariel menjerit keras keras. Berharap para penjaga di seberang mendengarkan jeritannya.<br />
Jeritan Valmariel segera menarik perhatian para penjaga sel yang langsung datang.</p>
<p>Berisik diam !!!</p>
<p>LEPASKAN FENRIRKUU AWAS KALIANNN LEPASKAAANNN<br />
Valmariel terus menjerit ,  sang penjaga yang mulai jengkel membuka pintu sel   berniat menghajar gadis elf itu agar diam.<br />
Rayner tak menyia nyiakan kesempatan itu, sang penjaga roboh dalam hitungan detik.<br />
Valmariel hanya bisa terdiam memandangi aksi rayner.</p>
<p>&#8220;NGAPAIN BENGONG?? CEPET AMBIL KUNCINYA !!!&#8221; Bentak rayner<br />
&#8220;Aa iyaa &#8221;</p>
<p>Valmariel membungkuk meraih serenceng kunci di lantai<br />
&#8220;Lepasin gw juga dong elf manis&#8221;<br />
rayu si kamael cepak<br />
&#8220;Buka semua sel  CEPETANNN!!!&#8221; Seru Rayner</p>
<p>Valmariel memasukkan anak kunci dengan tangan gemetar. Beberapa saat kemudian mereka semua berhasil keluar ke pelataran penjara.<br />
Gelapnya malam seakan mendukung aksi mereka berjalan cukup mulus</p>
<p>&#8220;Rayner, tolong fenrirku.. .. &#8221; rengek Valmariel<br />
&#8220;Sabar , fenrirmu di kelilingi banyak penjaga&#8221;. si orc menjawab dengan suara beratnya yang khas.<br />
&#8220;Salah sedikit pelarian kita bisa gagal&#8221;. Lanjut si orc dengan nada bijak<br />
&#8220;Aku coba alihkan perhatian mereka, kalian urus fenrir itu&#8221;. Kata sI dark elf</p>
<p>Valmariel menatap si dark elf dengan penuh rasa terima kasih.</p>
<p>&#8220;5 menit lagi kumpul di gerbang !! Ayo jalan !&#8221; seru Rayner</p>
<p>Mereka berpencar sambil berlindung di balik bayangan gedung. Sesaat kemudian Sebuah bola api besar menyambar panggung tempat Fenrir milik Valmariel diikat. Rupanya si dark elf mulai beraksi<br />
Para penjaga serentak berlari panik serabutan. Di tengah kekacauan itu Valmariel menyelinap dan melepaskan Fenrirnya</p>
<p>&#8220;TANGKAP MEREKAAAA!!&#8221;</p>
<p>Tiba tiba sebuah suara keras terdengar mengatasi kekacauan. Valmariel yang sedang berlari menuju gerbang segera mempercepat larinya.<br />
Sang dark elf muncul dari salah satu lorong gelap di pinggir gerbang. Beberapa meter dibelakangnya sejumlah prajurit mengejar , mengayunkan pedang dan tombak.</p>
<p>PARTY RETURN !!! Valmariel meneriakkan mantera kabur andalannya.</p>
<p>Sesaat kemudian mereka semua mendarat keras di sebuah tanah berpasir.<br />
&#8220;Gurun pasir&#8221; seseorang bersuara pelan<br />
&#8220;Wasteland?&#8221; menyusul sebuah pertanyaan lain yang mengambang dan menghilang diudara<br />
&#8220;k’napa ngga ke kota?&#8221; pertanyaan berikutnya menyusul<br />
&#8220;tadi Cuma pikir tempat yang sepi dan aman…&#8221; Valmariel menjawab<br />
&#8220;well, ini sepi&#8221; sebuah suara menimpali<br />
&#8220;terlalu sepi…&#8221;<br />
Sementara itu semburat cahaya keemasan mulai muncul di kaki langit, sebentar lagi sinar matahari akan memanggang mereka semua.<br />
Kita cari tempat berlindung , Rayner mengkomando mereka semua. Perlahan lahan rombongan itu menyusuri tepi gurun yang mulai memanas. Setelah berjalan selama setengah jam dan menyingkirkan basilisk basilisk lapar. Mereka menemukan sebuah gua.</p>
<p>&#8220;Kita beristirahat disini dulu. Pasukan Rune perlu waktu untuk mencari kita.&#8221; Kata Rayner<br />
&#8220;Ide bagus&#8221; ujar kamael cepak. Sayapnya yang cuma separo terlihat kotor.<br />
Si Orc masuk lebih dalam. Sementara yang lain duduk atau menyandarkan tubuh di relung gua. Beberapa saat kemudian si orc muncul dari dalam gua.<br />
&#8220;Ada air di dalam sana&#8221; serunya dengan nada gembira</p>
<p>Para anggota rombongan serentak berdiri dan mengikuti si orc. Gua itu cukup kering dan bersih. Beberapa semut gurun bersarang di lekukan dinding. Sang dark elf membuat bola api kecil yang melayang di ujung tongkatnya. Cahayanya cukup menerangi gua.<br />
Setelah itu mereka semua beristirahat sampat matahari hampir tenggelam</p>
<p>&#8220;Ehm gimana kalau kita berkenalan&#8221; sang dark elf memulai pembicaraan.  Namaku Varinia, ia tersenyum dan membungkukkan tubuhnya.<br />
&#8220;Aku Rayner&#8221; jawab rayner pendek<br />
&#8220;Aku Arion&#8221; sang kamael menyambung jawaban rayner.<br />
&#8220;Aku Ogrimar&#8221; jawab si orc.<br />
&#8220;Aku Valmariel, salam kenal.&#8221; Valmariel membungkukkan tubuh sopan.<br />
&#8220;Kurasa sudah cukup perkenalannya, aku lapar. &#8221; Arion si Kamael berkata.<br />
&#8220;Rasanya ada desa kecil di pinggir gurun ini, disana tidak banyak penjagaan&#8221;. &#8220;Kurasa kita akan aman disana.&#8221; Varinia berkata.<br />
&#8220;Baiklah kita kesana, kau tunjukkan jalannya &#8221; Ogrimar berdiri, lalu membersihkan sisa pasir dari armornya.</p>
<p>Mereka sampai ke Orven Village sekitar pukul sepuluh malam. Malam itu bulan baru langit hanya diterangi kerlip bintang. Desa itu sudah sepi hanya sebuah tavern dan penginapan diseberangnya yang memperlihatkan tanda &#8211; tanda kehidupan.<br />
Mereka masuk ke dalam tavern memilih meja di sudut dan mulai memesan makanan.<br />
Tavern itu sepi, di meja bar tampak seorang bartender yang sibuk mengelap gelas. Di sudut lain ada beberapa pemuda bermain kartu.<br />
Seorang pelayan dengan tampang terkantuk &#8211; kantuk mengantarkan pesanan mereka.</p>
<p>&#8220;hmm aku penasaran&#8221; arion berkata sambil memotong steaknya. &#8220;apakah kau ogrimar yang terkenal itu?&#8221;<br />
&#8220;menurutmu?&#8221; balas ogrimar, memandang Arion dari balik gelas birnya<br />
&#8220;Terkenal?&#8221; Tanya Valmariel<br />
&#8220;Pemimpin pemberontak di perbatasan aden&#8221;, Varinia menjawab ringan.</p>
<p>Rayner mengamati Ogrimar saat memotong daging panggangnya. Orc itu terlihat misterius dan berwibawa.</p>
<p>&#8220;bagaimana kau bisa sampai di Rune?&#8221; Rayner bertanya sambil mengolesi rotinya dengan mentega.<br />
&#8220;mereka mengira aku akan menculik seorang anak di hutan&#8221; jawab Ogrimar, lalu menelan daging panggangnya.<br />
&#8220;mereka tak mengenali ogrimar?&#8221; &#8220;dasar prajurit rendahan idiot &#8221; Arion mendengus.<br />
&#8220;Para bounty hunter akan senang sekali bila mendapatkan kepalamu&#8221; Rayner berkata.<br />
Mungkin kepalamu juga akan sama berharganya dengan kepalaku setelah pelarian ini balas Ogrimar.<br />
Ogrimar tertawa lalu melanjutkan urusannya dengan daging di piringnya.<br />
Kurasa kita bisa menginap disini kata Varinia. Besok pagi pagi sekali kita bisa menyelinap pergi.<br />
Semua menganggap ide Varinia cukup bagus, lalu mereka menuju penginapan.</p>
<img src="http://www.risamargareta.info/?ak_action=api_record_view&id=337&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Interlude I'>Heroes of Elmoreden : Interlude I</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-cursed-swords/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Cursed Swords'>Heroes of Elmoreden : Cursed Swords</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : House of Gregia'>Heroes of Elmoreden : House of Gregia</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-the-gathering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Heroes of Elmoreden I.3</title>
		<link>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i3/</link>
		<comments>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 03:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<category><![CDATA[lineage2 fanfiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.risamargareta.info/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Chapter 3 : Forest of Dead
Rune township pukul tujuh pagi. Kabut mulai menipis, uap lembab dari laut menyesakkan dada rayner. Suara peluit kapal dari pelabuhan Rune terdengar sesekali.
Rayner meregangkan tubuhnya. Membuka matanya dengan enggan.
Langit langit coklat kusam menyadarkan rayner bahwa ia masih berasa di kota kabut. Begitulah Rayner menyebut Rune.
Rayner bangun dan pergi mandi.
Valmariel sedang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : I.1'>Heroes of Elmoreden : I.1</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-the-gathering/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : The Gathering'>Heroes of Elmoreden : The Gathering</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Interlude I'>Heroes of Elmoreden : Interlude I</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Chapter 3 : Forest of Dead</h2>
<p>Rune township pukul tujuh pagi. Kabut mulai menipis, uap lembab dari laut menyesakkan dada rayner. Suara peluit kapal dari pelabuhan Rune terdengar sesekali.</p>
<p>Rayner meregangkan tubuhnya. Membuka matanya dengan enggan.</p>
<p>Langit langit coklat kusam menyadarkan rayner bahwa ia masih berasa di kota kabut. Begitulah Rayner menyebut Rune.</p>
<p>Rayner bangun dan pergi mandi.</p>
<p>Valmariel sedang berbaring miring, rambut panjang pirangnya kusut. Setengah badannya tertutup selimut coklat yang terlihat hangat. Ia bergeser ke kiri lalu berguling dan berdebum keras kelantai.</p>
<p>Sunyi sesaat</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..&#8221;</p>
<p>Valmariel membuka matanya, menggerutu pendek, duduk dan menggosok matanya. Ia menoleh dan mendapati Slavin sedang bertengger di ranjang, menegakkan leher dan menatap valmariel.</p>
<p>Ia berani bersumpah kalau slavin sedang tertawa</p>
<p><span id="more-162"></span>Setengah jam kemudian Valmariel sedang duduk sarapan di lantai bawah stony inn. Ruangan itu hangat, sedikit berbau lembab. Dindingnya disusun dari batu batu besar. Di sudut ruangan ada perapian yang cukup menghangatkan ruangan. Harum roti yang baru dipanggang memenuhi ruangan, bercampur dengan kelembaban. Seorang koki gemuk terlihat sibuk didapur yang pintunya terbuka. Pelayan hilir mudik membawakan kopi dan teh.</p>
<p>Dihadapannya ada Rayner, seorang gladiator ganteng. Tapi Valmariel tak memperhatikan tampang si gladiator. Ia lapar dan sarapannya enak sekali. Valmariel memotong roti bakarnya dan menyuap beberapa potong sekaligus.</p>
<p>Rayner menyerah mengajak bicara gadis elf yang terlihat lapar berat, jadi dia mengeluarkan peta rune dari tasnya mempertimbangkan rute terbaik memeriksa Forest.</p>
<p>&#8220;Fenrirmu kayaknya lapar&#8221; celetuk rayner</p>
<p>&#8220;oh..?&#8221; Valmariel baru sadar kalau Slavin juga belom makan</p>
<p>Ia memandang piringnya yang hampir kosong lalu menoleh memandang Slavin</p>
<p>Fenrir itu membalas tatapannya dengan sorot mata mencemooh</p>
<p>Valmariel kembali ke piringnya lalu menghabiskan sisa sarapannya</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;pet food nya abis?&#8221; rayner memecah kesunyian diantara mereka</p>
<p>&#8220;slavin ga mau makan wolf food&#8221;</p>
<p>&#8220;trus?&#8221;</p>
<p>&#8220;kadang dia bisa puasa beberapa hari&#8221;</p>
<p>&#8220;trus kamu ngga suruh dia makan?&#8221;</p>
<p>&#8220;kan dia ga mau&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..&#8221;</p>
<p>Tiba &#8211; tiba Rayner merasa kasihan pada si Fenrir</p>
<p>Selesai sarapan mereka keluar dari penginapan bersama &#8211; sama. Rayner pergi ke Blacksmith mengambil pedangnya. Valmariel berjalan &#8211; jalan di pasar sebentar sekalian beli potion.</p>
<p>Pasar nya tidak seramai Aden. Beberapa dwarf berpakaian warna warni membuka toko di pinggiran jalan. Valmariel melihat buah &#8211; buahan eksotis yang dijajakan di beberapa kios. Warnanya kuning dan oranye cerah, menarik sekali.</p>
<p>Matahari sudah tinggi ketika mereka bertemu di dekat gatekeeper.</p>
<p>&#8220;Siap?&#8221; Tanya rayner</p>
<p>Valmariel memeriksa ulang tas nya , lalu menganggukkan kepala.</p>
<p>Aura suram dan misterius menyambut Valmariel dan rayner di sisi forest of dead. Walaupun siang hari, hutan itu tampak gelap. Kabut mengambang tipis. Sinar matahari sedikit &#8211; sedikit muncul dari kerapatan pepohonan. Menciptakan bayangan suram. Mereka mulai berjalan memasuki hutan.</p>
<p>Rayner mengayunkan pedangnya sesekali menebas semak dan ranting, membuka jalan. Valmariel mengusap keringat di dahinya, entah kenapa ia merasa mereka sedang diamati oleh sesuatu.</p>
<p>Mereka masuk semakin dalam</p>
<p>Beberapa saat kemudian kabut semakin tebal, Valmariel mulai kehilangan arah. Hutan itu semakin gelap. Samar &#8211; samar ia melihat sebuah sosok bergerak di kejauhan.</p>
<p>&#8220;Rayner?, kau disana?&#8221; Valmariel bergerak mendekati sosok itu.</p>
<p>Slavin tiba &#8211; tiba menggeram, memamerkan taring nya yang setajam gergaji.</p>
<p>&#8220;ada apa?&#8221; bisik Valmariel, berlutut di sisi Slavin.</p>
<p>Sosok hitam di kejauhan itu menghilang. Keringat dingin mulai meluncur di tengkuk valmariel.</p>
<p>&#8220;Rayneeeerrr?&#8230;&#8221; teriaknya</p>
<p>Tiba tiba ia melihat sesosok hitam mendekat, dengan suara bergemeretak seperti besi berkarat.</p>
<p>Slavin melompat dan menerjang makhluk itu tanpa peringatan.</p>
<p>Shaaatss !!! makluk itu mengayunkan pedangnya menyerang slavin</p>
<p>Taring tajam slavin menancap di leher dan merobek lehernya. Makhluk itu tampak terhuyung sesaat.</p>
<p>Slavin menggeram keras, lalu kembali menerjang, mencakar dan menggigit makhluk itu. Sesaat kemudian makluk itu roboh dengan suara berkelontangan. Dan memudar perlahan lahan</p>
<p>&#8220;A..pa itu?&#8221; Valmariel yang shock hanya diam membeku di tempatnya. Jantungnya berdenyut keras dalam dada. Panik.</p>
<p>&#8220;Valmarieeeell..&#8221; teriakan rayner terdengar dari kejauhan</p>
<p>&#8220;Rayneeeeeerrr, tolooonnng&#8221; akhirnya valmariel berhasil mengendalikan kepanikannya</p>
<p>Sesaat kemudian rayner muncul dari balik kabut.</p>
<p>&#8220;Kemana sih kamu?&#8221; Rayner merengut jengkel</p>
<p>&#8220;Jalannya jangan cepet cepet, aku kesasar tadi&#8221; balas valmariel, berusaha menenangkan dirinya</p>
<p>Rayner mendengus kesal.</p>
<p>&#8220;Tadi ada monster&#8221; lapor valmariel, tangannya menunjuk pada sisa makhluk tadi</p>
<p>&#8220;hati -hati makanya, ayo jalan cepat&#8221; &#8220;makhluk itu ada dimana mana&#8221;</p>
<p>Valmariel berusaha tak merasa takut, lalu kembali berjalan dibelakang Rayner</p>
<p>Mereka kembali menembus pepohonan dan kabut tebal aneh yang terasa seperti uap lengket. Dikejauhan terdengar suara lonceng dan peluit kapal. Perlahan pepohonan mulai berkurang dan mereka sampai di sebuah tempat terbuka. Sebuah reruntuhan yang kelihatannya sebuah desa kosong. Bangunannya sudah banyak yang hancur dan ditumbuhi tanaman rambat.</p>
<p>Mereka memutari dan memeriksa reruntuhan itu</p>
<p>&#8220;lihat sini, ada jejak manusia&#8221; seru rayner</p>
<p>Valmariel mengamati bekas bekas tapak kaki itu, &#8220;iya, artinya disini harusnya ada orang kan&#8221;</p>
<p>Mereka memandang berkeliling. Di ujung desa terlihat sebuah rumah yang masih agak utuh</p>
<p>Jendela rumah itu berdebu, tak ada tanda &#8211; tanda kehadiran orang. Rayner memeriksa pintunya</p>
<p>&#8220;tak dikunci&#8221; kata rayner pelan, ia mengangkat pedangnya mendorong pintu itu.</p>
<p>Suara berderit keras mengiringi daun pintu yang terbuka.</p>
<p>Valmariel dan rayner masuk, dan memeriksa ruangan demi ruangan. Mereka menemukan sebuah meja reot dan beberapa perabotan lapuk, dan makanan yang sudah berjamur.</p>
<p>&#8220;KRAAKKK&#8221;</p>
<p>Sebuah suara berderak dari lantai atas mengagetkan mereka. Rayner memberi isyarat agar valmariel mengikutinya. Tangga menuju loteng mulai rapuh, dan menimbulkan suara berkeriut mengerikan setiap diinjak. Suasana loteng tak berbeda jauh dengan lantai bawah. Ada dua ruangan disana.</p>
<p>&#8220;Yang ini pintunya tak bisa dibuka&#8221; kata valmariel</p>
<p>&#8220;biar kudobrak&#8221; Rayner menghantam pintu itu dan langsung terbuka dengan suara derakan yang keras.</p>
<p>Ada tiga bocah sedang meringkuk di sudut ruangan, memandang Valmariel dan Rayner dengan rasa takut.</p>
<p>&#8220;wow..&#8221;</p>
<p>&#8220;wow?&#8221; Tanya rayner heran.</p>
<p>Valmariel mendekati anak &#8211; anak itu &#8220;hai, namaku valmariel&#8221; lalu mengulurkan tangan</p>
<p>Anak itu hanya diam, memandang valmariel dengan tatapan takut dan bingung.</p>
<p>Rayner mendengar suara berkeriut dari tangga,lalu  memberi isyarat sembunyi kepada valmariel. Sayang nya valmariel tak dapat menemukan tempat yang cukup tersembunyi di ruangan loteng itu.</p>
<p>Sesosok pria muncul dari tangga. Ia kumal, kurus membawa tongkat kayu dan terlihat seperti gelandangan.</p>
<p>&#8220;Siapa kalian?&#8221; sosok itu terkesiap saat melihat Valmariel dan Rayner.</p>
<p>&#8220;Josen?&#8221; Rayner bertanya</p>
<p>&#8220;bagaimana kau tahu namaku?&#8221; Josen menjawab, masih berdiri kaku di ujung tangga, tangannya mencengkeram tongkat kayu.</p>
<p>&#8220;Glyvka memintaku membawakan sesuatu untukmu&#8221; Rayner mengambil sesuatu dari kantungnya lalu memperlihatkan benda itu di tangannya.</p>
<p>Pandangan Josen melembut, ia berjalan tertatih &#8211; tatih kearah rayner.</p>
<p>&#8220;Apa yang terjadi disini?&#8221;</p>
<p>sepuluh menit kemudian mereka sedang duduk di loteng. Anak anak sedang memakan bekal yang dibawa valmariel.</p>
<p>&#8220;aku menemukan anak anak ini di tengah hutan sekitar seminggu yang lalu&#8221;</p>
<p>&#8220;para penduduk menduga kau yang menculik anak &#8211; anak itu&#8221; rayner memandang Josen</p>
<p>Josen menarik napas berat, terbatuk dan kembali melanjutkan ceritanya</p>
<p>&#8220;dua bulan yang lalu, aku diusir dari rune, mereka menuduhku melakukan sihir hitam&#8221;</p>
<p>&#8220;ya glyvka sudah cerita padaku&#8221; potong rayner tak sabar</p>
<p>Josen tak memperdulikan reaksi rayner, ia mengangkat tangannya memperhatikan kalung yang diberikan glyvka lalu mendekapkan kalung itu di dadanya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana glyvka? Dia baik &#8211; baik saja?&#8221; Josen bertanya</p>
<p>&#8220;dia sehat, hanya sedih&#8221; jawab Rayner</p>
<p>&#8220;Lanjutkan ceritamu tuan Josen&#8221; Valmariel mendesak Josen bercerita lebih jauh</p>
<p>&#8220;mereka membawaku ke forest untuk membunuhku, tapi sesuatu terjadi&#8221;</p>
<p>&#8220;kabut tebal turun, lalu muncul sosok sosok hitam yang menyerang rombongan&#8221;</p>
<p>&#8220;hanya kau yang selamat?&#8221; Valmariel penasaran</p>
<p>&#8220;ya, aku sangat ketakutan, aku berlari sekencang mungkin ke dalam hutan, dan akhirnya menemukan tempat ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;aku bertahan hidup dengan memakan buah &#8211; buahan dan jamur yang ada di hutan&#8221;</p>
<p>&#8220;Sekitar seminggu lalu ku menemukan anak &#8211; anak ini terperosok di pinggir jurang, lalu kubawa mereka kesini&#8221;</p>
<p>&#8220;Kaki Phil patah&#8221; Josen mendekati seorang anak lalu memperlihatkan balutan di kakinya.</p>
<p>Valmariel mendekat, memeriksa luka di kaki bocah itu. &#8220;hmm, ini harus ditahan agak tidak bergerak, atau dia akan cacat&#8221;</p>
<p>&#8220;aku tak mempelajari pengobatan&#8221; kata Josen ,&#8221; hanya ini yang bisa kulakukan&#8221;</p>
<p>&#8220;Coba kulihat apa yang bisa dilakukan&#8221; kata Valmariel, lalu ia menjelajahi ulang rumah itu.</p>
<p>Valmariel menemukan sepotong dahan tipis yang cukup kuat di bekas perapian di lantai bawah, dan menggunakannya untuk menyangga kaki si bocah.</p>
<p>Sementara itu Matahari semakin surut, kabut mulai menutupi desa itu.</p>
<p>&#8220;kita harus cari tempat berlindung&#8221; tiba tiba Josen berdiri</p>
<p>&#8220;rumah ini masih bisa dipakai kan?&#8221; Tanya Valmariel</p>
<p>&#8220;Makhluk &#8211; makhluk itu bisa masuk kesini bila pintu tidak terkunci, dan satu satunya pintu yang bisa dikunci sudah hancur&#8221; Josen memandang pada sisa sisa pintu yang didobrak Rayner</p>
<p>Rayner cuma mengangkat bahu</p>
<p>&#8220;Dekat sini ada gua kecil, disana aman&#8221; lanjut Josen lagi</p>
<p>&#8220;ayo ke sana&#8221; Valmariel membereskan makanan yang masih tersisa.</p>
<p>Gua yang dituju Josen terletak di pinggir jurang. Di dasar jurang itu mengalir sungai yang terlihat cukup deras. Mulut gua itu cukup lebar untuk dilalui orang dewasa. Lokasinya terlindung dibalik kerimbunan semak.</p>
<p>&#8220;Kita bermalam disini, besok kalian bisa kembali ke rune&#8221; kata Josen</p>
<p>&#8220;aku kumpulkan ranting &#8211; ranting kering dulu, tolong jaga anak anak ini&#8221; kata Josen</p>
<p>&#8220;Baiklah&#8221; Valmariel berkata</p>
<p>&#8220;kau percaya sama orang itu?&#8221; Tanya rayner pada valmariel setelah Josen pergi</p>
<p>&#8220;hmm, iya, kayaknya dia orang baik&#8221; jawab Valmariel</p>
<p>&#8220;awas tuh fenrir, nanti gigit anak anak&#8221; Rayner mengingatkan</p>
<p>Valmariel menoleh, dan melihat anak &#8211; anak itu sedang menarik ekor Slavin. Dan ada yang berniat menunggangi fenrir itu.</p>
<p>&#8220;Heiii, jangan tarik ekornya..&#8221; seru valmariel</p>
<p>Anak &#8211; anak itu hanya tertawa &#8211; tawa sementara Slavin tak tampak terganggu dengan ulah anak itu.</p>
<p>Josen menyalakan api di tengah gua. Di luar gua hari mulai gelap. Angin dingin mulai berhembus, tapi semak yang menyembunyikan lokasi gua itu melindungi gua dari angin kencang.</p>
<p>&#8220;aku lapar&#8230;&#8221; hanna berkata lirih. Anak itu memiliki rambut pirang yang lembut.</p>
<p>&#8220;bekalku sudah habis&#8221; kata valmariel &#8221; sabar ya, besok kita pulang pagi &#8211; pagi&#8221; Hibur Valmariel</p>
<p>Rayner diam ia hanya duduk di pinggir api menerawang ke dalam api.</p>
<p>&#8220;Fenrirmu kemana?&#8221; Tanya Josen pada Valmariel</p>
<p>&#8220;euh,.. &#8221; Valmariel memandang berkeliling dan tak menemukan fenrirnya. &#8220;tadi sih ada..&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Josen kemudian berusaha menidurkan anak &#8211; anak itu,, ia menceritakan sebuah dongeng.</p>
<p>&#8220;KRRSSSKK&#8230; KRRSSSKK&#8221;</p>
<p>Rayner refleks bersiaga dengan pedangnya bersiap menyambut apa saja yang datang</p>
<p>Valmariel berdiri tegang menghadap ke mulut gua</p>
<p>Sebuah kepala keabuan menyembul dari balik semak, bagian tubuh lainnya menyusul</p>
<p>Slavin sedang menyeret sesuatu.</p>
<p>Ya, seekor baby buffalo&#8230;lehernya robek dan mengucurkan darah kemana mana</p>
<p>Slavin menyeret korbannya ke dekat api, kemudian melepaskan gigitannya, lalu berdiri penuh kebanggaan.</p>
<p>&#8220;astaga..&#8221;</p>
<p>Valmariel memandang almarhum baby buffalo itu dengan perasaan kasihan.</p>
<p>Rayner menyambut gembira oleh &#8211; oleh dari Slavin. Ia segera maju dan menguliti si baby buffalo</p>
<p>Valmariel memilih minggir ke dalam gua, menghindari pemandangan mengerikan itu.</p>
<p>Satu jam kemudian mereka semua menikmati daging panggang yang lezat. Setelah semua kenyang, anak &#8211; anak pergi tidur. Rayner memutuskan berjaga.</p>
<p>Slavin berbaring di salah satu sisi di pinggir gua. Sebuah kilau dari leher Slavin menarik perhatian Rayner</p>
<p>&#8220;Lambang itu?&#8221; rasanya pernah lihat</p>
<p>Rayner berusaha mengingat &#8211; ingat, tetapi ia tak bisa mengingat apapun. Kepalanya kosong dan mulai terasa berat.</p>
<p>&#8220;Tangkap mereka !!&#8221; sebuah teriakan keras dari mulut gua mengagetkan Valmariel</p>
<p>&#8220;Lho, apa yang terjadi?&#8221; Tanya valmariel bingung</p>
<p>Rayner bergegas keluar</p>
<p>&#8220;Kakak, aku takuttt, &#8221; phil, bocah berwajah pucat itu mulai merengek memeluk valmariel</p>
<p>&#8220;sssst, diam dulu&#8221; sabar ya tunggu rayner dan josen disini</p>
<p>Valmariel meraih Valhalla swordnya dan bergerak menuju mulut gua.</p>
<p>&#8220;ternyata kalianlah penculik itu!!&#8221;</p>
<p>&#8220;Bukan, aku baru menemukan mereka disini..&#8221; Josen berkata</p>
<p>Di mulut gua tampat sekelompok penduduk dan beberapa tentara rune, membawa obor dan senjata.</p>
<p>&#8220;Sudah hajar saja, beri mereka pelajaran&#8221;</p>
<p>&#8220;Tuan Kelvin mengijinkan kita menghukum para penculik itu bila ditemukan soerang penduduk berkata</p>
<p>&#8220;sabar tuan tuan&#8221; teriak rayner,&#8221; dengarkan penjelasan kami&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak menculik anak &#8211; anak itu&#8221; Josen beteriak mengatasi keributan</p>
<p>&#8220;BAKAR PENYIHIR ITUUU&#8230;&#8230;.&#8221;</p>
<p>Para penduduk mulai menyerang mereka</p>
<p>Josen AWASS !!! Rayner sedang menghindar dari ayunan parang seorang penduduk.</p>
<p>&#8220;HEAL !!&#8221; Cahaya putih menyelubungi Rayner yang dikeroyok 4 tentara. Valmariel merapal beberapa mantera lagi untuk membantu Rayner. Sementar Josen sedang berusaha menghindar dari pukulan yang diarahkan ke tubuhnya.</p>
<p>Slavin menyerang setiap makhluk yang mendekatinya, menggeram keras dan menerjang. Valmariel hanya bisa terdiam melihat Fenrirnya menancapkan taring dan merobek leher para penyerangnya.</p>
<p>Akhir perkelahian tak seimbang itu sudah bisa ditebak. Para penduduk itu berhasil meringkus rayner dkk. Sekitar selusin prajurit mengeroyok Slavin dan berhasil meringkusnya.</p>
<p>&#8220;Bawa yang dua itu ke tahanan&#8221; Seorang berseragam , memberikan perintah dan kelihatannya pangkatnya paling tinggi disitu.</p>
<p>&#8220;tunggu, Josen mau dibawa kemana?&#8221; Jerit Valmariel saat melihat josen diseret ke arah jurang</p>
<p>&#8220;Lepaskan aku tak bersalah &#8221; teriak josen meronta</p>
<p>Salah seorang mengeluarkan pedang dan mengayunkannya ke arah Josen</p>
<p>&#8220;TIDAAKKK&#8221; Jerit Valmariel</p>
<p>Tubuh Josen Limbung dan melayang ke bawah jurang</p>
<img src="http://www.risamargareta.info/?ak_action=api_record_view&id=162&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : I.1'>Heroes of Elmoreden : I.1</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-the-gathering/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : The Gathering'>Heroes of Elmoreden : The Gathering</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Interlude I'>Heroes of Elmoreden : Interlude I</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Heroes of Elmoreden : I.2</title>
		<link>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i2/</link>
		<comments>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 11:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[lineage2 fanfiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.risamargareta.info/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Chapter 2 : The worst Elven Elder Ever
Siang hari yang cerah di aden. Kota pusat pemerintahan itu nampak selalu ramai. Ratusan pedagang bersama hewan &#8211; hewan peliharaan membentuk pasar di tengah kota. Menciptakan suasana hiruk pikuk yang agak kurang cocok untuk kota yang disebut pusat pemerintahan.
GEDUBRAKKKKKKK !!!!
AAAAAAAAAAAHHHH!!!
ADUH!!
Dimana nih? Seorang bishop memandang berkeliling sambil membersihkan bajunya
Disisinya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Interlude I'>Heroes of Elmoreden : Interlude I</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : House of Gregia'>Heroes of Elmoreden : House of Gregia</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : I.1'>Heroes of Elmoreden : I.1</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Chapter 2 : The worst Elven Elder Ever</h2>
<p>Siang hari yang cerah di aden. Kota pusat pemerintahan itu nampak selalu ramai. Ratusan pedagang bersama hewan &#8211; hewan peliharaan membentuk pasar di tengah kota. Menciptakan suasana hiruk pikuk yang agak kurang cocok untuk kota yang disebut pusat pemerintahan.</p>
<p>GEDUBRAKKKKKKK !!!!</p>
<p>AAAAAAAAAAAHHHH!!!</p>
<p>ADUH!!</p>
<p>Dimana nih? Seorang bishop memandang berkeliling sambil membersihkan bajunya</p>
<p>Disisinya seorang dwarf berkuncir kuning memasang tampang masam, berusaha berdiri dengan bantuan palunya yang besar.</p>
<p>&#8220;Lohhh?? Kok disini?? INI KANN&#8230; &#8221; kamael cewek bertampang galak. Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, seorang warlord menyambar lanjutannya.</p>
<p>&#8220;EINHASAD TEMPLE&#8221; geram warlord berambut coklat gelap itu &#8220;ATAP EINHASAD TEMPLE !!!!&#8221; ia mendelik memandang elf cewek dihadapannya yang masih terhuyung huyung.</p>
<p><span id="more-124"></span>&#8220;Kita teleport ke SAMPING EINHASAD TEMPLE !!!&#8221; &#8221; bukan di ATAP EINHASAD TEMPLE!!&#8221; dwarf kuncir kuning marah &#8211; marah</p>
<p>&#8220;APA KATA GW TADI, MENDING GW AJA YANG TELEPORT!!&#8221; si Bishop berteriak jengkel</p>
<p>Elf cewek yang udah berhasil berdiri cuma menunduk tersipu malu</p>
<p>&#8220;mm maaf..&#8221; si elf menjawab lirih</p>
<p>&#8220;GW GA NGERTI KENAPA DIA BISA LULUS JADI ELVEN ELDER SIH??&#8221;</p>
<p>&#8220;TELEPORT AJA GA BECUS&#8221;  warlord berambut coklat gelap ngomel panjang lebar</p>
<p>&#8220;Dah gw aja yang teleport!&#8221; si bishop lalu menggumamkan mantera pendek &#8221; Tring&#8230;&#8221;</p>
<p>Semenit kemudian mereka semua berdiri di pinggir taman, dengan kondisi lengkap, tak kurang suatu apapun.</p>
<p>si bishop langsung menjauh sambil menyeret paksa warlord berambut coklat</p>
<p>&#8220;sakit nih, paan sih&#8230;&#8221; sang warlord berusaha melepas cengkeraman si bishop</p>
<p>&#8220;ngapain lu ajak elder dodol itu sih? Emang ga ada elder laen??&#8221; bisiknya tepat di kuping si warlord</p>
<p>&#8220;tadi gw cari di temple, sepi , Cuma ada dia doang.. &#8221; jawab si warlord</p>
<p>&#8220;laen kali jangan ajak dia ah&#8221; si bishop terus berjalan menjauh bersama warlord disisinya</p>
<p>Valmariel menunduk sedih, tak terasa air mata meleleh dari matanya.</p>
<p>Wanita kamael bertampang galak itu sudah menghilang entah kemana, dwarf yang tadi bersamanya juga hilang. Valmariel melangkah perlahan  menuju Einhasad Temple dengan sedih.</p>
<p>Kerumunan para pedagang menyambut Valmariel di tengah kota. Teriakan teriakan pedagang dalam berbagai logat membuat aden sangat berisik. Tapi Valmariel merasa beruntung, karena segala keberisikan itu tak pernah sampai ke dalam asramanya di belakang Einhasad Temple. Mungkin karena dinding dindingnya yang tebal.</p>
<p>Bruaakkkk !!!</p>
<p>&#8220;Kalo jalan liat liat dong !!!&#8221; dwarf mungil yang barusan ditabraknya mendelik marah.</p>
<p>Valmariel membungkuk dan memohon maaf untuk yang kesekian kali hari ini.</p>
<p>Dwarf itu berbalik arah sambil menggerutu kesal.</p>
<p>Valmariel menarik nafas panjang, dan menahan air matanya agak tidak tumpah. Gerbang Einhasad temple terlihat sepi. Valmariel melewati gerbang yang sepi, berbelok ke kanan menuju asrama.</p>
<p>&#8220;Valmariellll,&#8230; Haiii Vaaall&#8230;&#8221; sebuah suara terdengar dari belakang, Valmariel berbalik dan melihat Aerith berlari mendekatinya.</p>
<p>&#8220;darimana sih tadi?, eh abis nangis yah? Kenapa?&#8221; aerith memberondong Valmariel dengan pertanyaan.</p>
<p>&#8220;nggak apa apa&#8221; Jawab Valmariel pelan</p>
<p>&#8220;Salah kasih obat?, salah kasih paket?&#8221; kembali aerith memberondong</p>
<p>Valmariel hanya menggelengkan kepalanya.</p>
<p>&#8220;salah teleport yah.&#8221; Aerith berkata lagi tanpa basa &#8211; basi. Valmariel mengangguk pelan. Aerith selalu bisa mengerti dirinya. Hanya aerith yang mau berteman baik dengan Valmariel. Semua orang di temple menghindari valmariel dan menganggapnya makhluk dari dimensi lain yang harus dihindari. Kamarnya aja ditaro paling ujung di asrama, nempel ke tembok kota Aden.</p>
<p>&#8220;ntar gw ajarin teleport yang bener deh ya&#8221; hibur aerith , Valmariel berusaha tersenyum tapi hasilnya malah terihat seperti seringai yang aneh.</p>
<p>&#8220;Sini makan yuk, gw punya ayam panggang&#8221; Aerith menarik tangan Valmariel ke ruang makan. Di tangannya ada bungkusan coklat berukuran sedang.</p>
<p>&#8220;hmm, enak nih ..&#8221; Valmariel menarik sepotong ayam dari piring dihadapannya</p>
<p>&#8220;tadi kenapa ?&#8221; Tanya aerith ingin tahu. Valmariel pun menceritakan semua kejadian di Field of Massacre, doom knight aneh yang ngga mati mati walau dihajar 1 party, dan kekacauan saat teleport.</p>
<p>Aerith hanya mengangguk angguk sambil menelan daging ayamnya.</p>
<p>Aerith adalah seorang bishop pintar yang kaya raya, putri bangsawan kuno di oren. Hobbynya adalah cari duit dan menumpuk kekayaan sebanyak banyaknya. Valmariel juga tak habis pikir kenapa bishop matre seperti Aerith mau berteman dengannya. Tapi ia tak pernah terlalu perduli pada kenyataan itu.</p>
<p>&#8220;Yuk belajar teleport&#8221;, Aerith langsung berdiri setelah menghabiskan ayamnya. &#8220;hah? Masa sekarang? Cape ah&#8221; Valmariel kaget</p>
<p>&#8220;sekarang aja ayo cepet&#8221; Aerith meraih lengan Valmariel dan menyeretnya ke taman.</p>
<p>&#8220;Konsentrasi pada tujuanmu, lalu ucapkan manteranya, kayak gini nih&#8221; Aerith memperagakan teleport jarak pendek ke ujung taman. &#8220;Ayo, coba&#8221; desak aerith</p>
<p>Valmariel menghabiskan sisa sore itu dengan berusaha berteleport dengan benar ke segala penjuru taman. Teleport pertama membawanya ke semak mawar berduri, hasilnya bajunya sobek, walau tak parah. Teleport kedua berhasil, walau tak memenuhi jarak yang ditentukan Aerith. Teleport kesepuluh membuat Valmariel nyemplung ke kolam air mancur. Dan sukses membuatnya basah kuyup. Aerith dengan kejamnya, tetap memaksa Valmariel melakukan 50 teleport lagi sampai memenuhi harapannya.</p>
<p>Total 20 teleport gagal dan sisanya bisa dianggap cukup berhasil. Langit hampir gelap saat Aerith melepaskan Valmariel.</p>
<p>Lelah, kehabisan mana, badan sakit semua. Valmariel melangkah gontai menuju kamarnya. Valmariel mendorong pintu kamarnya yang tak pernah dikunci.</p>
<p>Yah kau takkan perlu mengunci kamarmu kalau didalamnya ada seekor Fenrir ganas yang siap meremukkan apa saja yang mendekat.</p>
<p>Sepasang mata berkilau memandang Valmariel dari kegelapan. Sesaat Valmariel terlonjak kaget dan akhirnya menyadari kalau Slavin sedang menatapnya. Valmariel meraba dinding, menyalakan lampu. Ruangan itu  segera dibanjiri cahaya lembut yang nyaman. Slavin berbaring di ranjang, menegakkan leher, memandang Valmariel yang kusut dan berantakan dengan tatapan mencela.</p>
<p>&#8220;Hai, main kemana hari ini?&#8221; Valmariel duduk di ranjangnya mengelus kepala Slavin.</p>
<p><a href="http://http://www.risamargareta.info/slavin"><strong>Slavin</strong></a> menggeram lembut dan membiarkan Valmariel mengelus punggungnya.</p>
<p>Valmariel bangkit, mengambil perlengkapan mandinya dan bersiap siap untuk makan malam.</p>
<p>Langit Aden cerah dihiasi bintang &#8211; bintang. Valmariel dapat mencium samar -samar harum masakan dari depan kamarnya. Latihan teleport tadi membuat perutnya keroncongan. Ruang makan sudah dipenuhi berpuluh &#8211; puluh healer serta para tamu dari berbagai ras yang tinggal atau menginap di asrama Einhasad Temple. Riuh rendah suara percakapan terdengar seperti suara ribuan lebah mendengung. Ruang makan itu diisi berbagai macam meja dengan berbagai ukuran. Ruangan itu kira kira berisi 100 orang. Langit &#8211; langitnya tinggi. Lampu lampu kristal menjuntai dari atap. Sementara jendela jendela besar memperlihatkan pemandangan jalanan Aden di malam hari.</p>
<p>Valmariel memandang berkeliling mencari aerith, dan setelah menemukannya lalu duduk di sebelah Aerith. Menu malam mini adalah daging panggang, pai keju dan daging, bebek panggang, sup dan roti.  Aerith sedang menyendok sup di mangkuknya lalu menghirupnya pelan pelan. Valmariel mengambil daging panggang ke piringnya dan mulai makan.</p>
<p>&#8220;dah bisa kan teleportnya?&#8221; Aerith bertanya sambil meraih teko jus di tengah meja. Seorang pelayan mendekat mengambil piring-piring kosong.</p>
<p>&#8220;yah mayan, sakit badan nih&#8221; keluh Valmariel jengkel</p>
<p>Aerith tertawa lebar dan meneguk jus jeruknya.</p>
<p>Diluar malam semakin gelap, angin sejuk berhembus masuk ke dalam ruangan. Di ujung ruangan ada meja besar tempat para pengurus utama temple makan. Ruangan itu berangsur &#8211; angsur sepi.  Orang &#8211; orang bergerombol mulai meninggalkan ruang makan.</p>
<p>Valmariel pergi ke meja utama dan membungkus daging panggang dan pai keju. Ia memandangi piring berisi bebek panggang, dan memutuskan membawa bebek panggang juga.walau  Ia tak yakin <a href="http://www.risamargareta.info/slavin"><strong>Slavin</strong></a> suka bebek panggang. Kemudian aerith memberi saran yang meyakinkan Valmariel bahwa fenrir juga perlu sayuran dan vitamin, Aerith menjejalkan beberapa buah jeruk dan sayuran ke dalam keranjang yang dibawa Valmariel. Setelah itu mereka kembali ke kamar masing &#8211; masing.</p>
<p><a href="http://www.risamargareta.info/slavin"><strong>Slavin</strong></a> sedang berbaring di ranjang ketika Valmariel masuk dengan keranjang penuh makanan. Valmariel menyodorkan daging panggang yang dibawanya. &#8220;makanlah, yang banyak&#8221; bisiknya pelan sambil memandangi <a href="http://www.risamargareta.info/slavin"><strong>Slavin</strong></a> mengunyah dagingnya. Beberapa saat kemudian semua daging habis, termasuk bebek panggang. Pai keju sama sekali tak disentuh.  &#8220;Coba nih , enak&#8221; Valmariel memotong sedikit pai itu dan menyodorkannya pada <strong><a href="http://www.risamargareta.info/slavin">Slavin</a></strong>. Slavin mengendus pai di tangan Valmariel dan mengabaikan tawaran itu. Berikutnya Valmariel membujuk slavin makan jeruk dan selada.</p>
<p>&#8220;ayo, makan jeruknya, Aerith bilang fenrir harus makan sayuran dan buah&#8221; Jelas Valmariel. Slavin berbalik dan melompat kembali ke ranjang, kemudian berbaring.  Memandang Valmariel dengan tatapan puas.</p>
<p>Valmariel menyerah, dan mulai membereskan sisa sia makanan itu.</p>
<p>Pagi berikutnya dimulai dengan jilatan di wajah Valmariel, memaksanya bangun. Valmariel bangun dan mandi dengan mata setengah tertutup. Sambil mandi Valmariel memutuskan untuk mengambil cuti hari ini.</p>
<p>Sesudah mandi Valmariel menuju ruang kepala Einhasad Temple Aden. Ruangan kepala Temple berada di samping hall utama temple. High Priest Grant mempersilahkannya masuk.</p>
<p>&#8220;Ah kebetulan sekali Valmariel &#8221; High Priest Grant menyambutnya. &#8220;Hari yang cerah kan&#8221; Pendeta tua itu tersenyum. Kerutan di wajahnya terlihat jelas, tapi tak menyembunyikan sinar matanya yang ramah.</p>
<p>&#8220;Ya pendeta, hari yang baik untuk berlibur saya rasa&#8221; Valmariel tanpa ragu mengungkapkan keinginannya .</p>
<p>&#8220;Aku setuju, tapi sebelum itu ada surat untukmu&#8221; Sang pendeta menyodorkan sebuah gulungan perkamen yang disegel merah.</p>
<p>Valmariel menerima surat itu, melepas segelnya dan mulai membaca.</p>
<p>&#8220;Bagaimana menurutmu?&#8221; Sang High priest memandangnya penuh harap</p>
<p>&#8220;Saya akan kesana&#8221; Valmariel menjawab memandang balik sang pendeta</p>
<p>&#8220;bagus, semoga berkat Einhasad menyertaimu&#8221; sang pendeta tersenyum gembira. Kemudian ia menyodorkan sebuah bungkusan kain. &#8220;Ini sedikit bekal untuk perjalananmu&#8221; katanya</p>
<p>Valmariel menerimanya. &#8220;terimakasih pendeta, atas kebaikan anda&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau bisa memanfaatkan hari ini untuk mempersiapkan perjalananmu ke Rune.&#8221; Sang pendeta berdiri dari kursinya. Valmariel mengikuti sang pendeta, berdiri dari kursinya.</p>
<p>&#8220;Permisi dulu pendeta, sekali lagi terimakasih atas kebaikan anda&#8221;</p>
<p>Valmariel berbalik dan keluar dari ruang kepala temple dan kembali ke kamarnya.</p>
<p>Slavin menyambut Valmariel, mengibasnya ekornya yang besar.</p>
<p>&#8220;sarapan yuk?&#8221; Valmariel mengajak slavin ke ruang makan. Disana mereka duduk disudut ruangan. Ruang makan tak terlalu ramai saat pagi hari. Valmariel mengambil pancake dan mengoleskan keju krim diatasnya. Kemudian Ia mengambil sebongkah besar daging asap untuk Slavin.</p>
<p>Para penghuni ruangan itu tak memperdulikan Valmariel. Yah mungkin itulah yang paling baik untuk dilakukan bila kau melihat seorang gadis elf duduk dan menyuapi Fenrir besar di sudut restoran. Setidaknya Fenrir itu tak membuat kau jadi menu sarapan paginya.</p>
<p>Sisa hari itu dihabiskan Valmariel dengan berenang dan berjalan &#8211; jalan di danau bersama Slavin dan Aerith. Ia mencoba memancing tapi keliatannya ikan-ikan tak tertarik dengan umpannya. Menjelang sore Valmariel kembali ke asramanya dan mempersiapkan kepergiannya ke Rune.</p>
<p>&#8220;Besok kita ke Rune, kau sudah pernah kesana?&#8221; Valmariel berbisik pelan, ia mengelus punggung slavin. &#8221; kata aerith kota itu agak seram&#8221; kemudian valmariel menambahkan dengan bimbang. Mereka sedang duduk di padang rumput disisi barat Aden. Malam itu sejuk. Angin bertiup dari danau, menggoyangkan dedaunan. Aden memasuki musim panas, udara kering mulai menyapu daratan elmoreden. Hujan sudah jarang turun.</p>
<p>Valmariel berbaring memandang langit kelam yang bertaburan bintang. &#8220;Aku takut ke rune, entah kenapa&#8221;  Slavin memiringkan kepalanya dan memandangi valmariel dengan mata birunya.</p>
<p>&#8220;kadang kuharap kau bisa berbicara..&#8221;</p>
<p>&#8220;hanya aerith yang dan kau yang mau jadi temanku&#8221; Slavin mengeluarkan suara dengusan pelan.</p>
<p><em>Mungkin aku memang aneh, tidak ada orang yang sembuh dari luka secepat ini </em></p>
<p>Valmariel memeriksa luka-luka bekas semak mawar kemarin. Tidak ada bekas luka disana, bahkan goresan tipis sekalipun.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Monsterrr, singkirkan diaa&#8230;anak itu monsterrr</em></p>
<p><em>Pembawa sial, dia bencana bagi desa ini!!!</em></p>
<p>Angin kembali bertiup, menimbulkan suara gemerisik dari pohon pohon di kejauhan. Riak air danau terdengar samar dibawa angin.</p>
<p>Gadis itu menarik napas panjang, berdiri, lalu melepaskan segala kesedihannya dalam satu hembusan nafas. &#8220;pulang yuk&#8221; Mereka berjalan beriringan kembali ke asrama.</p>
<img src="http://www.risamargareta.info/?ak_action=api_record_view&id=124&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-interlude-i/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : Interlude I'>Heroes of Elmoreden : Interlude I</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : House of Gregia'>Heroes of Elmoreden : House of Gregia</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : I.1'>Heroes of Elmoreden : I.1</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Heroes of Elmoreden : I.1</title>
		<link>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i1/</link>
		<comments>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 13:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>
		<category><![CDATA[fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[lineage2 fanfiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.risamargareta.info/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Heroes of Elmoreden
Bab I
Chapter 1 :  The Priestess Plea
Kabut tipis menyelubungi Rune Township pagi ini. Langit masih gelap, Jalanan terlihat sepi diterangi cahaya suram lampu jalan. Elric berdiri di pintu penginapan Stony Inn, menarik jubahnya hingga menutupi leher.  Jubah bulu wolfnya cukup mengurangi rasa dingin yang menggigit tulang. Sambil menarik napas berat, Elric berjalan menuju [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i3/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden I.3'>Heroes of Elmoreden I.3</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : House of Gregia'>Heroes of Elmoreden : House of Gregia</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : I.2'>Heroes of Elmoreden : I.2</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Heroes of Elmoreden</h1>
<h1>Bab I</h1>
<h2>Chapter 1 :  The Priestess Plea</h2>
<p style="text-align: justify;">Kabut tipis menyelubungi Rune Township pagi ini. Langit masih gelap, Jalanan terlihat sepi diterangi cahaya suram lampu jalan. Elric berdiri di pintu penginapan Stony Inn, menarik jubahnya hingga menutupi leher.  Jubah bulu wolfnya cukup mengurangi rasa dingin yang menggigit tulang. Sambil menarik napas berat, Elric berjalan menuju benteng besar di sisi lain Rune. Benteng itu terlihat gelap dan dingin, cahaya lampu yang berkelip di pinggiran benteng sama sekali tak mengurangi kesan suram.</p>
<p>Elric merindukan kamarnya yang hangat di Aden dan sarapan lezat di aula akademi.</p>
<p style="text-align: justify;">Elric tiba di Rune seminggu yang lalu, Komandan Theodore memintanya pergi ke Rune untuk menyelidiki masalah hilangnya anak &#8211; anak , dan beberapa pengaduan pencurian di warehouse. Elric pergi sebagai sukarelawan dari akademi warrior Aden. Sejak perang terakhir dengan Gracia, elmore semakin melemah. Keamanan menjadi barang mahal, para bangsawan saling mencurigai satu sama lain. Serangan monster juga semakin meningkat. Tapi Elric tak terlalu perduli dengan semua itu, ia hanya ingin menyelesaikan misi ini, mendapat lencana kelulusan dari akademi dan mulai bertualang.</p>
<p style="text-align: justify;">Elric merasakan aura tak menyenangkan dari benteng Rune, Kabut beku membuat nafasnya sesak. Dengan enggan Elric berjalan menembus kabut. Angin berhembus kencang di jembatan menuju benteng. Elric makin merapatkan jubahnya dah berjalan tergesa. Ia tak habis pikir kenapa Priestess Glyvka memintanya datang di pagi buta seperti ini.</p>
<p><span id="more-104"></span>Akhirnya Elric sampai di gerbang benteng, Ia mengulurkan tangan meraih cincin besar di gerbang.</p>
<p>&#8220;Lewat sini Elric, cepat !&#8221;</p>
<p>Sebuah pintu batu kecil tak jauh dari gerbang terbuka, sang priestess muncul disana.</p>
<p>Elric bergegas mendekati sang priestess dan mengikutinya masuk ke dalam pintu batu.   Mereka masuk ke sebuah ruangan berlangit &#8211; langit tinggi, yang dipenuhi rak berisi buku &#8211; buku. Sang Priestess menarik sebuah &#8220;buku&#8221; di salah satu rak, dan rak itu bergeser menutupi dinding tempat mereka masuk barusan. Rupanya pintu batu tadi adalah jalan rahasia untuk keluar dari dalam benteng. Ruangan itu kelihatannya adalah bagian dari Einhasad Temple, pikir Elric.</p>
<p>&#8221; kau yang ditugaskan mengurus masalah penculikan anak &#8211; anak itu?&#8221; priestess itu bertanya tanpa basa basi</p>
<p>&#8220;Ya,aku datang menyelidiki kasus anak hilang, dan juga kehilangan barang di rune&#8221; Elric menjawab resmi</p>
<p>&#8220;Informasi apa yang kau dapat?&#8221; Priestess Glyvka memandang perapian di pinggir ruangan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;tidak banyak, tidak ada yang mau berbicara mengenai hal ini&#8221; Elric memandang punggung Priestess Glyvka. Bayangan dari perapian di ruangan itu memberikan kesan ganjil yang sukar dilukiskan</p>
<p>&#8220;mereka takut dikutuk, kudengar ada hubungannya dengan penyihir hitam di forest of dead&#8221; lanjut Elric</p>
<p>Sang priestess berbalik, memandang Elric.</p>
<p>&#8220;beberapa bulan yang lalu,  salah seorang high priest di biara, Josen dituduh telah melakukan sihir hitam&#8221;</p>
<p>Elric diam, menunggu sang priestess melanjutkan ceritanya</p>
<p>&#8220;Josen segera diadili, lalu dihukum mati&#8221;</p>
<p>&#8220;Dewan Tinggi priest memerintahkan sekelompok pengawal pergi membawa Josen ke Forest of dead dan membunuhnya disana&#8221; Glyvka menambahkan dengan nada sendu</p>
<p>&#8220;lalu, apa yang terjadi?&#8221; Elric tak dapat menahan rasa ingin tahunya</p>
<p>&#8220;Sebelum dibawa ke Forest of Dead, Josen mengutuk kota ini.&#8221; &#8220;Kota ini akan terkubur dalam kabut abadi&#8221; Glyvka terus berbicara, matanya menerawang jauh, seakan kembali ke masa lalu.</p>
<p>&#8220;rombongan yang pergi bersama Josen, tak pernah kembali&#8221; Glyvka menunduk</p>
<p>&#8220;oh, lalu penyihir hitam itu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;aku merasa Josen masin hidup&#8221; Glyvka berbalik , memotong kalimat Elric</p>
<p>&#8220;kumohon, pergilah ke forest of Dead. Josen mungkin menggunakan anak-anak itu untuk membalas dendamnya&#8221; Glyvka memandang Elric dalam dalam.</p>
<p>&#8220;aku percaya Josen tak bersalah, ia hanya korban. Josen bukan orang jahat, Kumohon&#8221; Glyvka mulai menangis teriak &#8211; isak</p>
<p>&#8220;Kenapa anda tak membela Josen saat itu?&#8221; Elric memandang Glyvka dengan pandangan bertanya</p>
<p>&#8220;aku.., waktu itu aku ditugaskan pergi ke garden of Eva,mengambil air suci. Tak ada yang memberi tahu aku soal Josen.&#8221; Glyvka  kembali menerawang.</p>
<p>&#8220;saat aku tiba, ruangan Josen sudah kosong, dan&#8230;..&#8221; dia terdiam sesaat lalu air matanya mulai mengalir deras.</p>
<p>&#8220;anda begitu perduli pada Josen, kenapa anda tak pernah mencarinya ke Forest of dead?&#8221; Elric kembali bertanya tanpa memperdulikan perasaan sang priestess</p>
<p>&#8220;aku pernah mencarinya, tapi para priest lain juga mulai curiga padaku karena aku sering ke forest of dead&#8221; &#8220;Kumohon, hanya kau yang bisa kuharapkan&#8221; Glyvka dengan mata berkaca-kaca</p>
<p>&#8220;baiklah, aku segera pergi ke forest of dead&#8221; Elric akhirnya menyanggupi permohonan sang priestess</p>
<p>Glyvka menyusut air matanya,&#8221; terimakasih, aku sangat berterima kasih atas bantuan mu&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah ya, berikan ini padanya&#8221; Glyvka melepaskan sesuatu dari lehernya.</p>
<p>Glyvka menyodorkan sebuah kalung. Elric menerimanya dan mengamati kalung itu. Liontinnya berkilau indah ditimpa cahaya api.</p>
<p>Glyvka mengantar Elric keluar benteng, melalui pintu rahasia itu.</p>
<p>Udara dingin yang lembab menyambut Elric di luar benteng. Matahari belum terbit, semburat tipis cahaya muncul di timur. Elric memutuskan kembali ke penginapan. Mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai forest of dead.</p>
<img src="http://www.risamargareta.info/?ak_action=api_record_view&id=104&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i3/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden I.3'>Heroes of Elmoreden I.3</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-house-of-gregia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : House of Gregia'>Heroes of Elmoreden : House of Gregia</a></li>
<li><a href='http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Heroes of Elmoreden : I.2'>Heroes of Elmoreden : I.2</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.risamargareta.info/heroes-of-elmoreden-i1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
